#Kesehatan#VisruKorona

Indonesia Amankan 94,7 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Hingga Medio Juni

( kata)
Indonesia Amankan 94,7 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Hingga Medio Juni
Staf Bio Farma menunjukkan vaksin Coronavac. Antara/Bagus Ahmad Rizaldi


Jakarta (Lampost.co) -- Indonesia berhasil mengamankan puluhan juta dosis vaksin covid-19 sejak Desember 2020 hingga medio Juni 2021. Teranyar, Indonesia menerima satu juta dosis Sinopharm pada Jumat, 11 Juni 2021.

“Jumlah total vaksin yang telah diterima Indonesia mencapai 94.728.400,” tulis Satuan Tugas (Satgas) Penangangan Covid-19 laman resmi covid19.go.id seperti dikutip Medcom.id, Sabtu, 12 Juni 2021.

Dosis vaksin itu terdiri dari 84.500.000 dosis vaksin Sinovac, 8.228.400 dosis vaksin AstraZeneca, dan 2.000.000 dosis vaksin Sinopharm. Seluruh vaksin Sinopharm digunakan untuk Vaksinasi Gotong Royong.

Vaksin Sinopharm telah direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal itu tertuang dalam daftar penggunaan darurat atau emergency use listing (EUL) yang terbit pada 7 Mei 2021.

 “Jadi jangan ragu untuk turut berpartisipasi dalam program vaksinasi covid-19,” bunyi data itu.

Pada tahap pertama, pemerintah telah menerima 1,2 juta dosis Vaksin Sinovac pada 6 Desember 2020. Kemudian, vaksin tahap kedua sebanyak 1,8 juta dosis tiba di tanah air pada 31 Desember 2020.

 Pada tahap ketiga, vaksin yang tiba di Tanah Air sebanyak 15 juta. Lalu pada 2 Februari 2021 vaksin tahap keempat datang sekitar 10 juta dosis dengan satu juta dosis overfill.

 Kedatangan kelima, bertambah lagi 10 juta Vaksin Sinovac. Tahap keenam, 8 Maret 2021 Indonesia kedatangan 1,1 juta dosis Vaksin AstraZeneca.

 Tahap ketujuh, Indonesia mendapat 16 juta dosis vaksin termasuk 1,5 juta overfill. Kemudian, penerimaan tahap kedelapan 6 juta bahan baku vaksin dari Sinovac kembali dikirim ke Tanah Air.

 Sebanyak 3,8 juta vaksin AstraZeneca tiba di Tanah Air setelahnya. Penerimaan tersebut hasil kerja sama dengan The Global Alliance for Vaccines and Immunisation (GAVI) - World Health Organization (WHO).

 Tahap kesepuluh datang pada 30 April 2021. Kala itu, enam juta dosis Vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku (bulk) dan 482 ribu dosis vaksin dalam bentuk jadi dari Sinopharm diterima Indonesia.

 Tahap kesebelas, Indonesia menerima tambahan 500 ribu vaksin jadi dari Sinopharm yang datang pada 1 Mei 2021. Kemudian, 1,3 juta dosis vaksin jadi AstraZeneca diterima Indonesia pada tahap kedua belas, Sabtu, 8 Mei 2021.

 Lalu, Indonesia menerima delapan juta bahan baku Vaksin Sinovac pada tahap ketiga belas, Selasa, 25 Mei 2021. Pemerintah juga mendatangkan delapan juta dosis dalam bentuk bahan baku Vaksin Sinovac pada 31 Mei 2021 untuk tahap keempat belas.

 Setelahnya, Indonesia menerima tambahan Vaksin Astrazeneca sebanyak 313.100 dosis yang datang pada Sabtu, 5 Juni 2021. Sebanyak 1.504.800 juta dosis vaksin jadi dari AstraZeneca tiba di Indonesia, Kamis, 10 Juni 2021 untuk tahap kelima belas. Teranyar, satu juta dosis vaksin Sinopharm datang pada Jumat, 11 Juni 2021.

 Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20.05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar