#internasional#beritainternasional

India Didesak Segera Setop Kekerasan Terhadap Muslim

( kata)
India Didesak Segera Setop Kekerasan Terhadap Muslim
Rumah aktivis Muslim India dihancurkan usai memprotes penghinaan terhadap Nabi Muhammad. Foto: AFP


New Delhi (Lampost.co) -- Organisasi HAM Amnesty International mendesak India agar segera berhenti menggunakan kekerasan terhadap warga Islam. Muslim India tengah dilanda kemarahan dan turun ke jalan memprotes penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

“Pihak berwenang menindak secara selektif dan kejam terhadap Muslim yang berani bersuara melawan diskriminasi,” ucap Aakar Patel dari Amnesty International, dilansir dari AFP, Rabu 15 Juni 2022.

“Menindak demonstran menggunakan kekerasan berlebihan, menahan dengan sewenang-wenang, dan menghancurkan rumah adalah pelanggaran terhadap komitmen India di bawah hukum hak asasi manusia internasional,” imbuh Patel, dikutip dari Medcom.id, Kamis, 16 Juni 2024

Baca juga: Politikus dan Jurnalis India Didakwa Menghina Nabi Muhammad

Diketahui dua demonstran tewas dan lebih dari 300 lainnya ditangkap pekan lalu dalam unjuk rasa terkait pernyataan politikus Partai Bharatiya Janata (BJP) yang menghina Nabi Muhammad. Ramainya pernyataan itu membuat India tenggelam dalam pertikaian diplomatik lantaran masyarakat Islam dunia geram.

Beredar video buldoser menghancurkan rumah-rumah warga yang ditangkap atau dianggap terlibat demonstrasi. 

 Amnesty menyatakan penangkapan dan penghancuran rumah warga merupakan bentuk nyata pemerintah dalam menargetkan rakyat Muslim. Sejumlah kota di India menjadi titik unjuk rasa pada Jumat, 10 Juni 2022. 

Di negara tetangga, Bangladesh, tercatat 10.000 warga juga melangsungkan demonstrasi setelah Salat Jumat. Sebanyak 5.000 rakyat Pakistan juga turun ke jalan menuntut pemerintah agar lebih tegas terhadap India.

Sejak memerintah India tahun 2014, BJP menetapkan sejumlah kebijakan diskriminatif terhadap umat Islam.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi mengajukan undang-undang kontroversial yang mempermudah pengungsi memperoleh kewarganegaraan, namun tidak jika mereka memeluk agama Islam. 

BJP juga baru-baru ini melarang pemakaian hijab dalam kelas di negara bagian Karnataka. Muslim pun dituduh menyebarkan covid-19. Dalam beberapa tahun terakhir, massa Hindu menargetkan Muslim yang Salat Jumat di utara India. 

 

 

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar