#kai#keretacepat

Indef Dukung PT KAI Pimpin Proyek Kereta Cepat

( kata)
Indef Dukung PT KAI Pimpin Proyek Kereta Cepat
Ilustrasi replika Kereta Cepat Jakarta-Bandung. AFP/ Bay Ismoro


Jakarta (Lampost.co) -- Pakar ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listyanto menilai kepemimpinan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan menjadi langkah yang rasional dan tepat.

"Merupakan pilihan rasional menunjuk PT KAI untuk memimpin proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, karena perusahaan tersebut memiliki pengalaman luas di industri perkeretaapian," kata Listyanto di Jakarta, Selasa, 14 September 2021. 

Menurut Listyanto, PT KAI bisa menjadi project leader jika saham perseroan di konsorsium proyek kereta cepat Jakarta-Bandung milik negara PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia meningkat.

"Selain memudahkan mobilitas Jakarta-Bandung, KA juga dapat meningkatkan pembangunan daerah, terutama di daerah-daerah yang dilayani KA dan di sepanjang jalur KA," kata dia.

Baca: PLN, PT BA, dan KAI Amankan Pasokan Batu Bara untuk Ketahanan Listrik Nasional

 

Sebagai operator kereta api nasional, PT KAI memiliki peran yang signifikan di wilayah yang dilayani perusahaan, terutama di wilayah yang dekat dengan stasiun kereta api komuter dan di sepanjang rel kereta api sebelum pandemi covid-19.

"PT KAI terbukti mampu menghidupkan dan mendorong kegiatan ekonomi di sepanjang wilayah yang dilayani," tegas Listyanto.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginformasikan bahwa pekerjaan pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung telah selesai 73%, dengan uji coba operasional percontohan diperkirakan akan dilakukan pada akhir tahun 2022.

Presiden Jokowi menyerukan integrasi layanan dengan MRT Jakarta dan LRT Jabodebek setelah selesainya sistem kereta api berkecepatan tinggi untuk meningkatkan efisiensi dan mendorong kegiatan ekonomi di wilayah tersebut.

Presiden juga optimistis, pembangunan kereta api berkecepatan tinggi akan mendorong transfer teknologi dan pengetahuan pembangunan kereta api berkecepatan tinggi dan pengoperasiannya kepada para ahli Indonesia, sehingga memudahkan pembangunan mandiri di masa depan.

Pemerintah berencana mengubah posisi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebagai pemegang saham mayoritas pada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). PSBI bersama perusahaan asal Tiongkok Beijing Yawan HSR Co Ltd merupakan konsorsium perusahaan yang menggarap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
 
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko WIKA Ade Wahyu mengatakan pemegang saham mayoritas rencananya akan digantikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

"Ini akan dilakukan perubahan terhadap Peraturan Pemerintah yang dahulu yaitu PP 107 Tahun 2015 itu, WIKA menjadi lead konsorsium PSBI. Nah, mungkin nanti akan berubah lead-nya, ini akan berpindah ke PT KAI," kata Ade dalam Public Expose Live BEI 2021, Rabu, 8 September 2021.

Nantinya, kata Ade, PT KAI akan mendapatkan suntikan modal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam rangka pemenuhan ekuitas untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Proses pembuatan PP ini masih digodok di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan Sekretariat Negara," ucapnya.

Namun untuk saat ini, porsi pemegang saham pada PSBI masih sama. Ade menyebutkan WIKA masih menjadi pemegang saham mayoritas dengan persentase 38%, Jasa Marga 12%, PT KAI 25%, dan PTPN VIII 25%.

"Update terkait shareholder tetap sama sampai dengan saat ini," sebutnya.

Kendati demikian, Ade memastikan rencana perubahan shareholder tidak berdampak pada konstruksi proyek. Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung tetap ditargetkan selesai pada akhir 2022.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar