#limbahmedis#beritalampung

Incinerator Rumah Sakit se-Lampung Tak Sesuai Standar KLHK

( kata)
Incinerator Rumah Sakit se-Lampung Tak Sesuai Standar KLHK
Incinerator RSUDAM. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mesin penghancur dan pengolah limbah medis (Incinerator) di rumah sakit se-Lampung tidak sesuai standar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hal itu membuat incinerator di fasilitas kesehatan di provinsi tersebut dicabut izinnya dengan alasan faktor kesehatan lingkungan sekitar.

Merujuk Peraturan Menteri LHK Nomor P.56 Tahun 2015, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk faskes dapat mengoperasionalkan incinerator, di antaranya berjarak minimal 100 meter dari pemukiman warga. 

Hal itu yang tidak terpenuhi, seperti di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) yang jaraknya kurang dari 100 meter. Untuk itu alat tersebut sudah tidak difungsikan sejak 2016.

Persyaratan lain yang tidak dimiliki RSUDAM, tidak dilakukannya penanaman pohon peneduh atau pelindung yang rimbun setinggi 4 meter di sekeliling incinerator. Bahkan, syarat penyimpanan limbah B3 pun tidak sesuai, karena plastik-plastik kuning masih bisa terlihat dari luar.

Hal itu juga terjadi di RSUD A. Dadi Tjokrodipo yang letak incinerator berada tepat di belakang ruang sanitasi dan tidak boleh dioperasikan sejak 2014.

Dengan tidak sesuainya penggunaan incinerator dengan standar KLHK membuat seluruh rumah sakit di Lampung kini bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pengangkutan dan pemusnahan limbah.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar