#KPK#ImamNahrawi#KasusKoni

Imam Nahrawi 'Dikorek' KPK soal Korupsi Hibah KONI

( kata)
Imam Nahrawi 'Dikorek' KPK soal Korupsi Hibah KONI
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Foto: MI/Susanto

JAKARTA (Lampost.co) -- Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa terkait dugaan suap penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora pada KONI 2018.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan MUI (asisten pribadi Imam, Miftahul Ulum),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.

Imam yang juga tersangka dalam kasus ini tak banyak bicara saat tiba di gedung KPK. Politikus PKB itu tersenyum dan buru-buru masuk ke lobi.

Imam ditetapkan sebagai tersangka bersama Miftahul Ulum. Imam diduga menerima suap dan gratifikasi Rp26,5 miliar melalui Ulum.

Pemberian uang itu sebagai komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan pihak KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018. Imam menerima suap dan gratifikasi sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan Menpora.

Penetapan tersangka Imam merupakan hasil pengembangan dari perkara sebelumnya yang menjerat lima orang. Mereka, yakni Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy, dan Deputi IV Kemenpora Mulyana.

Kemudian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Pumamo dan Staf Kemenpora Eko Tryanto. Kelimanya telah divonis bersalah di Pengadilan tingkat pertama.

Imam dan Miftahul dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Medcom.id



Berita Terkait



Komentar