#PRT#film#beritalampung#humaniora

ILO dan Damar Gelar Nonton Bareng dan Diskusi Film PRT

( kata)
ILO dan Damar Gelar Nonton Bareng dan Diskusi Film PRT
ILO dan Damar Lampung mengadakan nonton bareng dan diskusi film tentang pekerja rumah tangga (PRT) di Cinema XXI Mal Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung, Sabtu, (10/2/2018). (Foto:Lampost/Rudiyansyah)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--ORGANISASI Buruh Internasional (ILO) Jakarta bekerja sama dengan Lembaga Advokasi Perempuan Damar Lampung mengadakan nonton bareng dan diskusi film tentang pekerja rumah tangga (PRT) di Cinema XXI Mal Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung, Sabtu, (10/2/2018). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye Hak Kami Sama yang dilakukan untuk menyambut peringatan hari PRT nasional pada 15 Februari dan bulan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) nasional.
Dalam kegiatan tersebut ratusan penonton disuguhi lima film pendek yang menampilkan realitas kondisi PRT di Indonesia. Seperti pada film pertama berjudul Selamat Pagi, Rida menggambarkan sebuah keluarga yang sangat membutuhkan peran PRT  dalam menjalankan tugas-tugas domestik rumah tangga. Selain itu,  film berjudul  Susi ingin Kerja  menampilkan sosok anak yang dipekerjakan menjadi PRT, padahal dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 2 Tahun 2015 persyaratan untuk menjadi PRT minimal berusia 18 tahun. Film lainnya berjudul Ketika Sakit, menceritakan PRT yang selama ini menjadi pekerja yang tak mendapatkan jaminan sosial kesehatan sehingga kerap kesulitan ketika ingin berobat.
Direktur Eksekutif Damar Sely Fitriani mengatakan pemutaran film dan diskusi tersebut diharapkan membuka mainset masyarakat bahwa PRT juga membutuhkan perlindungan dan hak-haknya layaknya pekerja lainnya,  seperti mendapatkan jaminan kesehatan dan perlindungan keselamatan kerja.  
Selain itu,  menurut Sely,  Damar dan ILO bersama Jaringan Aksi Perlindungan Perempuan PRT terus berupaya mendorong agar pemerintah  hadir melindungi PRT,  dengan aturan-aturan yang dapat mewujudkan melindungi PRT.  Sebab sebagai negara yang telah merativikasi konfensi ILO tentang perlindungan pekerja sektor domestik atau PRT Indonesia berkewajiban memenuhi konvensi tersebut. 
"Kami bersama-sama Jaringan Aksi Perlindungan Perempuan PRT saat ini tengah mendorong diterbitkannya Perwali tentang perlindungan PRT semoga dapat segera disahkan, dan menjadi awal untuk munculnya aturan lainnya tentang perlindungan PRT," ujar Sely.  
Sekertaris Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA)  Bandar Lampung, Irma Krisnaningsih mengatakan pemutaran film tentang PRT menjadi kegiatan positif,  karena selain menjadi media hiburan juga diharapkan mampu meningkat kesadaran masyarakat akan perlunya pemenuhan hak-hak PRT dan agara hubungan majikan dan PRT dapat terjalin baik dan saling menghormati.

Rudiyansyah







Berita Terkait



Komentar