#politik#modalsosial

Ikatan Emosional Jadi Bekal Calon di Pilkada

( kata)
Ikatan Emosional Jadi Bekal Calon di Pilkada
Foto : Dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 diramaikan oleh calon-calon persorangan diberbagai daerah. Tokoh-tokoh masyarakat tersebut bukanlah orang yang sembarangan di mata pemilihnya. Modal sosial dan ikatan emosional menjadi bekal bagi para calon untuk memperebutkan kursi pemimpin di daerah tersebut 

Dari 8 Kabupaten/Kota di Lampung, ada 4 pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang melakukan penyerahan berkas dukungan di KPU setempat. Calon tersebut yakni Firmansyah - Bustomi Rosadi dan Ike Edwin - Zam Zanariah Ibrahim, kemudian di Kota Metro ada Wahdi - Qomaru Zaman, serta di Lampung Timur ada Sugianto - Masrizal. Dari sejumlah pilkada langsung di Lampung, baru satu calon yang menang yaitu petahana (saat itu, 2010) Satono -- Erwin Arifin di Lampung Timur.

Pengamat Politik dari Univeritas Lampung, Robi Cahyadi Kurniawan berpendapat bahwa Pilkada serentak di Provinsi Lampung tahun 2020 sampai detik ini sudah ada 4 pasangan calon non partai atau perseorangan. Hadirnya calon perseorangan, berkorelasi positif bagi demokrasi khususnya dalam meningkatkan partisipasi politik, konteks memilih dan dipilih.

"Masyarakat pemilih juga diberikan alternatif pilihan selain calon dari parpol," katanya kepada Lampost.co, Selasa, 25 Februari 2020.

Kemudian, ia berpendapat bahwa secara statistik politik, keterpilihan calon dari non partai atau perseorangan masih rendah. Dalam hitungannya masih dibawah 2% calon non partai yang berhasil menang. Sejak Pilkada 2005 sampai 2018 hanya ada 31 pasangan calon yang berhasil menang. Tetapi walaupun kecil peluang menang masih ada, dengan syarat para calon tersebut memiliki modal sosial dan ikatan emosional yang tinggi dengan pemilih.

"Tantangan calon non partai/perseorangan adalah mereka tidak punya mesin politik seperti parpol dan jejaring yang dibangun dari partai politik. Calon non partai hanya mengandalkan diri sendiri dan tim sukses saja," kata akademisi Fisip Unila ini.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar