#ikanasin#medsos

Ikan Asin

( kata)
Ikan Asin
dokumentasi pixabay.com

IKAN asin adalah bahan makanan yang terbuat dari daging ikan yang diawetkan dengan menambahkan banyak garam. Dengan metode pengawetan ini, daging ikan yang biasanya membusuk dalam waktu singkat dapat disimpan di suhu kamar untuk jangka waktu berbulan-bulan, walaupun biasanya harus ditutup rapat. 

Selain itu, daging ikan yang diasinkan akan bertahan lebih lama dan terhindar dari kerusakan fisik akibat serangga, ulat, lalat, dan beberapa jasad renik perusak lainnya.
 
Tapi, kali ini yang saya ingin bahas bukan jenis makanan ikan asin ini. Jika pembaca menggunakan mesin pencari Google dan memasukkan kata kunci "ikan asin", di lima hasil pencarian teratas akan muncul link berita kasus yang sedang ramai dibahas dan melibatkan artis Indonesia.
 
Hal ini bermula dari aktor bernama Galih Ginanjar yang bicara tentang masa lalunya di YouTube channel Rey Utami, seorang pembawa acara sepak bola. Di sana Galih membicarakan tentang hubungannya bersama Fairuz A Rafiq saat keduanya belum bercerai. Sampai membanding-bandingkan antara Fairuz dengan istrinya yang sekarang, Barbie Kumalasari.
 
Tak sampai di situ saja, hal yang sifatnya privat dan sensitif juga ikut diumbar yakni Fairuz A Rafiq diumpamakan sebagai ikan asin. "Kalau yang onoh, baru dibuka tudung saji, haa ikan asin, tutup lagi," kata Galih waktu itu. "Buka warung," kata Rey Utami menanggapi sambil tertawa dilansir dari kapanlagi.com.
Setelah video itu diunggah, langsung menjadi viral, bahkan akun-akun gosip ikut mem-posting ulang. Video ini pun menimbulkan reaksi negatif, publik merasa video tersebut tak pantas untuk dibuat. Fairuz A Rafiq dan suaminya, Sonny Septian, kehidupannya jadi terusik.
 
Kasus itu semakin meluas. Keluarga dari pihak Fairuz pun tidak terima dengan ucapan Galih itu. Hingga akhirnya berujung pada pelaporan ke kantor polisi. Tak sampai di situ, pelaporan ini juga menyeret Rey Utami dan suaminya, Pablo Benua, karena keduanyalah yang memiliki video tersebut dalam channel-nya. 
Pelajaran yang dapat dipetik dari kasus ini jangan menyebarkan aib pasangan kamu yang sekarang, terdahulu, atau nanti. Istilah anak muda zaman sekarang, “Abis putus, eh jelek-jelekin mantannya!” Hehe...
 
Media sosial seperti YouTube harusnya diisi oleh kegiatan dan konten positif yang dapat menginspirasi, bukan malah memproduksi konten menghujat, menyindir, dan mencaci maki yang tidak baik untuk tumbuh kembang anak kita kelak. Sebab, jejak digital itu abadi. Segala bentuk publikasi yang terbit di internet akan bisa dicari dan ditonton anak dan cucu kita kelak. Jadi, hati hati dalam menggunakan media sosial!  
 

Firman Luqmanulhakim, Wartawan Lampung Post



Berita Terkait



Komentar