#IJTI#RSUDAM

IJTI Desak Staf RSUDAM Minta Maaf

( kata)
IJTI Desak Staf RSUDAM Minta Maaf
dok

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lampung mendesak seorang staf Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung meminta maaf kepada wartawan yang ia sebut provokator. Ketua IJTI Lampung Hendriyansah mengatakan selain meminta maaf, perlu ketegasan Gubernur Lampung untuk memberikan langkah tegas kepada oknum staf RSUDAM yang  telah merendahkan profesi jurnalis.

"Tujuan wartawan datang kesitu (RSUDAM) kan ingin menggali informasi kebenaran, untuk menciptakan berita yang akurat berimbang tanpa membangun opini. Seharusnya oknum pegawai itu lebih bijak menghadapi kedatangan wartawan," kata dia di ruang Pers Forum Wartawan Kota, Komplek Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, beberapa hari lalu.

Hendry menjelaskan, wartawan telah menuliskan berita yang dimuat di media massa secara teratur. Wartawan juga dituntut tetap memegang kode etik. Di sisi lain, wartawan mendapat hak khusus dan keistimewaan serta dilindungi undang-undang dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya.

"Wartawan kerja untuk memenuhi kebutuhan informasi, jadi wartawan ini memegang kode etik jurnalistik. Sehingga wartawan dibilang memprovokasi, sangat melecehkan, oknum pegawai tersebut harus minta maaf kepada temen-temen wartawan," terangnya.

Apalagi, salah seorang yang bernama Anwar merupakan Staf di Bagian Perlindungan dan SDM itu menyebut bahwa berita yang beredar tentang penyegelan loket parkir merupakan opini. Ia berpesan terhadap ASN maupun masyarakat dapat memahami UU Pers.

"Opini dari mana, jelas jelas itu kan berita berimbang. Apalagi wartawan yang memang mengamban kode etik jurnalistik yang ada di lokasi. Tujuannya untuk datang ke lokasi kan memang untuk menghindari menulis opini, jika keberatan dengan adanya tulisan wartawan ada hak koreksi, hak jawab. Tidak pantas seorang pegawai mengatakan wartawan tukang provokasi, membentuk opini," jelasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar