#idi#tenagakesehatan#insentifnakes

IDI Pasrah Soal Pemotongan Insentif Nakes

( kata)
IDI Pasrah Soal Pemotongan Insentif Nakes
Tenaga kesehatan. Ilustrasi


Bandar Lampung (lampost.co) -- Pemerintah pusat akan memotong insentif tenaga kesehatan penanganan Covid-19 sebesar 50 persen. Hal itu diatur dalam surat Menteri Keuangan nomor S-65/MK.02/2021.

Hal tersebut sangat disayangkan Ketua IDI Bandar Lampung, Aditya M Biomed. Menurutnya saat ini tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam penanganan pasien Covid-19. Namun, pihaknya mengaku pasrah atas kebijakan tersebut. Sebab, insentif yang dijanjikan sejak awal pandemi hanya didapatkan pada Mei-Juli 2020.

"Saya pasrah saja, dari awal yang ngasih janji pemerintah, besarannya juga ditetapkan pemerintah, kami tidak pernah meminta," ujarnya, Kamis, 4 Februari 2021.

Ia mengungkapkan, insentif tenaga kesehatan Agustus 2020-Februari 2021 belum diberikan pemerintah. Hal itu menunjukkan pemerintah tidak mampu menepati janji tersebut. Ia menegaskan, meski tanpa insentif ia bersama nakes lain akan tetap bekerja menangani pasien Covid-19. 

Kepala UTD PMI itu mengatakan pihaknya bekerja demi keselamatan manusia. "Kami doakan saja bersama-sama supaya pandemi ini cepat berakhir," ungkapnya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar