#Vaksin#idi

IDI Minta Pemerintah Idealkan Jarak Antardosis Vaksinasi Warga

( kata)
IDI Minta Pemerintah Idealkan Jarak Antardosis Vaksinasi Warga
Ilustrasi--Vaksinator tengah melakukan vaksinasi bagi tenaga kesehatan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung meminta pemerintah agar melakukan penyuntikan vaksin covid-19 sesuai dengan jadwal yang ditentukan. 

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung, Aditya menjelaskan, dosis kedua vaksin covid-19 berfungsi sebagai booster alias pendorong terciptanya antibodi. Secara ideal, kata dia, ada rentang jarak tertentu antara dosis pertama dan dosis kedua yang tidak bisa ditoleransi. 

Dokter Aditya mencontohkan, dosis kedua vaksin jenis Sinovac dianjurkan disuntikkan setelah rentang 2 sampai 4 minggu. Meski begitu, ia belum mengetahui jelas dampak jika lewat dari waktu tersebut.

"Sekarang kan terus dalam penelitian," kata dia, Selasa, 13 Juli 2021.

Baca: Warga Bandar Lampung Keluhkan Stok Vaksin

 

Ia menjelaskan, booster diberikan agar vaksin bekerja secara maksimal dalam menghasilkan antibodi. Dengan begitu, daya tahan tubuh seseorang pun akan lebih kuat saat terpapar virus covid-19.

IDI berharap pemerintah bisa melaksanakan vaksinasi dengan tepat waktu. Sehingga target herd immunity bisa segera tercapai.

"Mudah-mudahan bisa secepatnya disuntik dosis kedua," ungkap dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar