#IDI#sejarah

IDI Metro Tapak Tilas Sejarah Dokter Pendahulu

( kata)
IDI Metro Tapak Tilas Sejarah Dokter Pendahulu
Rombongan saat mengunjungi Gereja Santamaria yang saat ini menjadi cagar budaya di Bumi Sai Wawai. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan historical walking tour atau tapak tilas sejarah dokter dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN).

Tapak tilas tersebut bertujuan untuk mengingat sejarah perjuangan dokter pada awal berdirinya Bumi Sai Wawai hingga saat ini resmi dijadikan sebagai sebuah wadah yang disebut Rumah Informasi Sejarah (RIS) Dokter Swoning. 

Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin, mengatakan, dengan diselenggarakan tapak tilas ini dapat menjadi pondasi awal keutuhan persaudaraan dan mengingat kembali bagaimana para dokter di masa itu ikut berjuang. 

"Mudah-mudahan dengan berlangsungnya kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi kita dan juga dapat memperkuat ikatan untuk membangun kota Metro lebih baik lagi, kata dia, Jumat, 12 November 2021.

Wahdi yang merupakan seorang dokter spesialis itu juga mengingatkan kembali sejarah perjalanan para dokter di masa itu dapat mengedukasi dokter muda yang saat ini tengah meneruskan perjalannya.  

"Kita harus bisa untuk membenahi Kota Metro ini tentunya dengan tetap menghargai nilai-nilai sejarah dan nilai-nilai budaya," ujarnya. 

Dikesempatan yang sama, Ketua IDI Kota Metro dokter Agung mengatakan, walaupun tapak tilas ini tidak pernah dilakukan sebelumnya. Namun, perlu juga di ketahui oleh para dokter muda saat ini bagaimana sejarah dokter pendahulu.

"Kami mengadakan kegiatan ini agak sedikit menyimpang dari profesi dan kebiasaan kami sebagai tenaga medis. Kegiatan ini sebutan zaman dulu kita kenal dengan napaktilas. Yang pada zaman modern ini kita sebut lah Historical Walking Tour," kata dia.

Menurutnya, dengan Mlmencontoh dari negara-negara barat sudah lebih dulu melakukan ini. Selain karena hemat, disini bisa meningkatkan kekompakan dan juga lebih efisien waktu. 

"Ini adalah hal pertama para dokter yang melakukannya di Lampung, mudah-mudahan dapat di ikuti oleh organisasi lainnya," ungkapnya. 

Dia juga mengatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana refreshing untuk para tenaga medis. 

"Karna sudah dua , tahun kita berkontak langsung dengan covid-19. Maka diadakan lah kegiatan ini untuk para tenaga medis agar fresh tidak penat.Mudah-mudahan covid-19 segera sirna dari Indonesia tercinta ini," kata dia.

Tapak tilas ini mengunjungi sejumlah tempat cagar budaya di Metro, di antaranya Menara Masjid Taqwa yang secara arsitektur menganut budaya Timur Tengah dengan lokalitas masyarakat setempat dan didirikan pada 21 Juli 1967, Rumah asisten Wedana Metro, Klinik Bersalin Santa Maria yang merupakan rumah sakit tertua di Kota Metro yaitu sejak 1938. 

Kemudian Healt Centre yang berdiri sejak 1958 di 8 percontohan se-Indonesia yang salah satunya berada di Kota Metro, dan terakhir Rumah Informasi Sejarah (RIS) yang dikenal juga Rumah Doktor Swoning yang sudah dibagun sejak Agustus 1939. Rumah ini fungsi awalnya adalah sebagai rumah tempat tinggal Kepala dari Dinas Kesehatan pada zaman dahulu.

Winarko







Berita Terkait



Komentar