nakesIDI

IDI Desak Pemerintah Serius Lindungi Nakes

( kata)
IDI Desak Pemerintah Serius Lindungi Nakes
Ilustrasi: Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Sebanyak 253 tenaga kesehatan (nakes) gugur dalam penanganan virus korona (covid-19) sejak Maret hingga Oktober 2020. Pemerintah didesak lebih serius melindungi seluruh nakes.
 
“Lebih dari satu semester masa pandemi ini, angka kematian tenaga medis semakin bertambah dan mengkhawatirkan,” tegas anggota advokasi dan hubungan eksternal Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Eka Mulyana, dalam keterangan tertulis, Senin, 26 Oktober 2020.
 
Eka memerinci para nakes yang gugur terdiri dari 141 dokter, 103 perawat, dan sembilan dokter gigi. Dari 141 dokter, 75 di antaranya dokter umum (lima guru besar), 64 dokter spesialis (lima guru besar), serta dua residen atau calon dokter spesialis.

Menurut dia, data ini didapat dari 18 IDI provinsi dan 66 IDI kabupaten/kota. Eka menyebut banyaknya kasus kematian nakes memprihatinkan. Dia mengingatkan nakes yang menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19 harus kokoh supaya Indonesia segera bangkit.
 
“Tidak ada negara, rumah sakit, atau klinik yang dapat menjaga keamanan pasien kecuali petugas kesehatannya terlindungi dari risiko terpapar covid-19,” tegas Eka.
 
Sementara itu, jika dibandingkan dengan data per Kamis, 15 Oktober 2020, jumlah dokter yang meninggal bertambah lima orang. Pada pertengahan Oktober, IDI mencatat ada 136 doker yang gugur selama pandemi covid-19.
 
Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI Ari Kusuma Januarto berharap pemerintah dan masyarakat menjalin kerja sama yang baik dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Dengan begitu, tenaga medis dapat melanjutkan pekerjaan tanpa harus mempertaruhkan nyawanya.
 
"Tidak hanya masyarakat, namun kami juga menginginkan pandemi ini cepat berlalu," Ari, Kamis, 15 Oktober 2020.
 

Medcom







Berita Terkait



Komentar