#icmi#lgbt#tolak#humaniora#beritalampung

ICMI Ajak Mahasiswa UBL Tolak LGBT Melalui Seminar Nasional

( kata)
ICMI Ajak Mahasiswa UBL Tolak LGBT Melalui Seminar Nasional
ICMI Ajak Mahasiswa UBL Tolak LGBT Melalui Seminar Nasional. (foto:Dok.UBL)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Universitas Bandar Lampung (UBL) bekerjasama dengan Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat menyelenggarakan seminar nasional bertema ”Menyelamatkan Generasi Penerus Bangsa Dari Malapetaka Moral Pada Prilaku Menyimpang Hubungan Sejenis”. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Auditorium, Kampus Dra. Hj. Sri Hayati Barusman, Pascasarjana UBL, Senin (22/4/2019).

Seminar diikuti lebih dari 250 orang mahasiswa UBL ini menghadirkan beberapa nara sumber yaitu Wakil Ketua Umum ICMI, Sri Astuti Bukhari MSc, Pakar Gender Indonesia Prof. Dr. Ir. Aida Vitayala Hubeis,  Rektor Universitas Al-Ghifari Bandung Didin Muhafidin,  Dokter Kulit dan Ahli Penyakit Menular Seksual Hanny Nilasari, Didit A. Ratam, Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Masnah Sari, serta Mantan Anggota DPR RI Herawati Tarigan.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UBL Hery Riyanto, mengatakan melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa UBL dapat menjadi agen-agen yang menyuarakan penolakan terhadap Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). “Mahasiswa sebagai generasi muda dapat memetik pelajaran dari narasumber yang ada. Diharapkan mahasiswa-mahasiswa UBL dapat menjadi agen yang menyuarakan penolakan terhadap LGBT," ujar Hery.

Banyak hal mengenai bahaya LGBT, penyebab dan akibatnya untuk kesehatan tubuh serta hukum LGBT baik hukum agama maupun hukum yang ada di Indonesia. Dalam paparannya Sri Astuti Bukhari mengatakan mahasiswa adalah partner ICMI untuk ikut mengawasi penyelewengan hubungan sejenis. "Mahasiswa adalah sasaran empuk untuk dipengaruhi pemikirannya tentang hubungan menyimpang. Selain karena kebanyakan mahasiswa jauh dari orang tua ajuga karena mahasiswa adalh generasi penerus bangsa. Oleh karena ICMI menjadikan mahasiswa sebagai partner untuk ikut mengawasi penyelewangan hubungan sejenis," jelas Sri.

Didit A. Ratam mengatakan berdasarkn data sudah ada 28 negara di dunia yang melegalkan pernikahan sejenis. "Gerakan LGBT yang sekarang terjadi yaitu mereka menyebarkan banyak informsi mengeni LGBT sehingga menjadikan ini sebagai sesuatu yang dianggap normal.

Triyadi Isworo/Rilis



Berita Terkait



Komentar