#pembunuhan#kriminal#pembuanganbayi#penemuanmayat

Ibu Pembuang Bayi di Pringsewu Diamankan Polisi

( kata)
Ibu Pembuang Bayi di Pringsewu Diamankan Polisi
AN (23) tersangka pembuang anak kandung diamankan Reskrim Pringsewu, Selasa (21/4/2020). Foto: Dok

Pringsewu (Lampost.co): Setelah 23 hari dalam penyelidikan, akhirnya AN (23) warga Kelurahan Pringsewu Utara, Kecamatan Pringsewu, ibu kandung dari bayi yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan mulai membusuk, diamankan Reskrim Polres Pringsewu, di kediamanya, Selasa, 21 April 2020.

AN (23) diduga kuat merupakan pembuang bayi yang juga anak kandungnya itu.

Kasat reskrim Polres Pringsewu AKP. Sahril Paison, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri mengatakan terungkapnya kasus ini merupakan hasil kerja keras jajaran Sat Reskrim Polres Pringsewu selama bebarapa minggu lalu, mulai dari melakukan serangkaian proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang diduga mengetahui peritiwa pembuangan bayi tersebut.

Dia mengatakan dari kesimpulan penyidik polisi mengamankan tersangka AN saat berada dirumahnya di kelurahan Pringsewu Utara, Kecamatan Pringsewu pada Selasa, 21 April 2020.

"Dihadapan penyidik, tersangka mengakui bahwa benar bayi yang ditemukan di sungai (way) Bulok, Gadingrejo pada 5 April 2020 merupakan anak kandungnya yang baru dilahirkannya," katanya, Kamis, 23 April 2020.

Dikatakannya, berdasarkan keterangan tersangka AN melahirkan bayi bayinya pada Jumat, 3 April 2020 sekitar pukul 21.30 WIB di kamar mandi dirumahnya. Karena malu dan takut diketahui oleh orang lain, maka sesaat setelah dilahirkan bayi tersebut langsung dibekap lehernya agar tidak menangis hingga membuat bayi tersebut tidak bergerak lagi. Setelah bayi yang dilahirkannya tidak bergerak lagi kemudian tersangka memasukkan bayi tersebut kedalam kantong plastik warna hitam dan kemudian diletakkan disamping rumahnya. 

"Keesokan harinya Sabtu, 4 April 2020 pukul 06.00 WIB tersangka membawa kantong plastik yang berisi bayi dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat miliknya kearah Way Bulok," katanya.

Kemudian, kata Kasat Reskrim, sesampainya di sungai Bulok, Pekon Bulokarto tersangka membuang bayi tersebut dengan dilemparkan ke aliran sungai dan setelah itu tersangka kembali pulang ke rumanya.

Setelah itu, berselang dua hari tepatnya Minggu, 5 April 2020 sekitar pukul 10.00 WIB, bayi tersebut diketemukan oleh warga di tepian sungai dalam kondisi sudah tercium bau busuk.

Kasat Reskrim menambahkan, tersangka AN mengakui bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan orang lain. "Tersangka tega membunuh dan membuang bayinya tersebut karena malu dan takut diketahui hamil diluar nikah dan melahirkan," ujarnya.

Menurutnya selama proses mengandung tersangka ini menyembunyikan dari pihak keluarga. "Proses melahirkan pun tanpa petugas kesehatan. Bahkan inisiatif membuang bayinya itu dari diri sendiri," ungkapnya.

Kasat reskrim Polres pringsewu AKP Sahril paison, menambahkan tersangka AN mengetahui dirinya hamil pada November 2019 setelah melakukan tes melalui tespek. "Setelah tahu dalam kondisi hamil tersangka sudah beberapa kali melakukan percobaan pengguguran janin seperti dengan meminum jamu-jamuan, jus nanas dicampur ragi dan juga mengonsumsi obat-obatan jenis tuntas dan cytotec yang didapatnya dari membeli secara online, namun gagal," kata Kasat Reskrim.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar