#penemuanmayat#beritalamtim#pembunuhan#mayatjanin

Ibu Pembuang Bayi di Masjid Pekalongan Ditangkap

( kata)
Ibu Pembuang Bayi di Masjid Pekalongan Ditangkap
Pelaku pembuangan bayi PN saat diamankan di Mapolsek Pekalongan, Senin (16/11/2020) pagi. Istimewa


Sukadana (Lampost.co): Petugas gabungan Polres Lamtim dan Polsek Pekalongan mengungkap kasus pembuangan bayi tak bernyawa yang menggegerkan warga Kecamatan Pekalongan pada Minggu, 15 November 2020.

Petugas gabungan Polres Lamtim dan Polsek Pekalongan dapat mengungkap kasus itu kurang dari 24 jam atau pada Senin, 16 November 2020, sekitar pukul 07.00 WIB.

Pelaku pembuangan bayi yang diduga merupakan hasil hubungan gelap tersebut adalah ibu kandung bayi malang itu, PN (21), warga Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur.

Baca juga: Jenazah Bayi Ditemukan di Kamar Mandi Masjid Babussalam Pekalongan

Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan menjelaskan kasus tersebut terungkap berdasarkan hasil rekaman CCTV yang ada di masjid tempat bayi malang itu dibuang.

Dari rekaman CCTV tersebut, pelaku pada Minggu, 15 November 2020, pagi terlihat datang menggunakan sepeda motor. Setelah itu pelaku kemudian meletakan bayi di gudang masjid tersebut. 

Bayi malang itu kemudian ditemukan warga sudah dalam kondisi tidak bernyawa pada sore harinya atau sekitar pukul pukul 17.25 WIB.

Dari rekaman CCTV tersebut, kata AKBP Wawan, petugas kemudian bergerak menelusuri keberadaan sepeda motor yang digunakan pelaku. Setelah berhasil menemukan keberadaan sepeda motor, petugas selanjutnya mengamankan PN (21) warga Kecamatan Pekalongan.

"Pagi itu juga pelaku kemudian digelandang ke Mapolsek Pekalongan. Beberapa jam kemudian pelaku dibawa untuk diamankan di Mapolres Lamtim," kata dia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP dan Pasal 80 Ayat 3 dan 4 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Setelah sempat diamankan di Mapolsek Pekalongan, saat ini pelaku sudah kami amankan di Mapolres Lamtim untuk menjalani penyidikan lebih lanjut,” kata AKBP Wawan.

Sementara itu, PN (21) saat diperiksa petugas mengaku terpaksa membuang darah dagingnya karena pacarannya tidak mau bertanggungjawab atas kehamilannya.

Sementara karena malu serta takut ketahuan oleh orang tuanya, maka pelaku akhirnya membuang bayi yang baru dilahirkannya tersebut di Masjid Babusallam, Kecamatan Pekalongan.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar