#ponpes#riyadhussolihin#pendidikan

Ibu Jadi Sosok Inspiratif Yatim Riyadhus Solihin Raih Penghargaan 4 Negara

( kata)
Ibu Jadi Sosok Inspiratif Yatim Riyadhus Solihin Raih Penghargaan 4 Negara
Santri dari Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfidzul Quran Riyadhus Solihin, Ardi Oksandi, meraih berbagai penghargaan di empat negara. Lampost.co/Effran


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sosok ibu menjadi salah satu pengantar santri dari Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfidzul Quran Riyadhus Solihin, Ardi Oksandi, meraih berbagai penghargaan di empat negara. 

Remaja tersebut total menyabet 10 penghargaan dari Turki, Korea Selatan, dan Singapura. Terbaru dia mendapatkan dua penghargaan dalam kategori Inspirational Stundent dan Excellent Student dari Malaysia.

Keduanya diraih setelah Konsulat Jenderal RI (KJRI) mendengar dan mengetahui perjuangan Ardi untuk bisa ke luar negeri. Saat itu dia mempresentasikan awal perjalanan hidup, ditinggal ibu saat umur 9 tahun, masuk pondok, dan sekolah. 

"Tapi, yang membuat KJRI terharu saat menceritakan sosok ibu, karena memang ibu menjadi sosok yang sangat inspiratif bagi saya," ujar Ardi, Selasa, 14 September 2021.

Menurut dia, penghargaan itu setelah bersaing dari 15 peserta asal Indonesia dan peserta lain asal 40 negara lainnya. 

"Serasa mimpi, di luar dugaan, dan nggak pernah berkhayal. Tapi, memang itu saya persiapkan dengan membuat resume sampai 10 ribu kata tentang diri sendiri dan melakukan penelitian," ujarnya.

Menurut dia, dengan penghargaan Inspirational Student membuatnya memiliki tanggung jawab untuk menjadi inspirasi bagi pelajar di Indonesia khususnya Lampung, seperti melalui media sosial. "Sedangkan untuk kategori Excellent Student, saya harus memperjuangkan cita-cita dan impiannya, serta bertanggung jawab untuk selalu bisa berprestasi," kata dia.

Pimpinan Ponpes Riyadhus Solihin, Ismail Zulkarnain, mengatakan prestasi santrinya tersebut menunjukkan kepada dunia jika anak yatim bisa berprestasi hingga ke kancah internasional. Sebab, saat potensinya dibangkitkan, maka anak-anak itu bisa turut bersaing.

"Anak yatim harus dibangkitkan semangat dan percaya dirinya. Sehingga saat pergi ke dunia luar bisa bersaing dan berprestasi. Itu lah pendidikan yang dibentuk di pondok ini untuk dibuat mandiri, gagah, dan hebat. Sehingga bisa menunjukkan kemampuannya kepada umat," kata dia. 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar