#beritalampung#beritalampungterkini#ikatanapotekerindonesia#iai#apoteker#ukai#ujiankompetensiapotekerindonesia

IAI Klaim Peserta Tidak Lulus UKAI karena Beberapa Faktor

( kata)
IAI Klaim Peserta Tidak Lulus UKAI karena Beberapa Faktor
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah peserta Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) dinyatakan tidak lulus. Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menaikkan standar UKAI dari sebelum agar menghasilkan apoteker yang dengan kompetensi mumpuni.

Ketua IAI Wilayah Lampung Ardiyansyah mengatakan pihaknya menaikkan standar UKAI dibanding ujian sebelumnya. Dalam pelaksanaannya, IAI menggandeng beberapa organisasi, seperti Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dan Komite Farmasi Nasional (KFN).

Baca juga: Pasien HIV di Lambar Tidak Perlu ke Luar Daerah untuk Berobat 

"Kami menggandeng lembaga-lembaga itu agar tujuan UKAI untuk menghasilkan lulusan yang berkompeten tercapai,” katanya saat ditemui di Stikes Adila Rajabasa, Kamis, 10 November 2022.

Dia menjelaskan tujuan UKAI untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang memenuhi standar kerja sehingga mendapatkan sertifikat kompetensi apoteker Indonesia sesuai perundang-undangan. "UKAI itu proses pengukuran capaian kemampuan dan perilaku mahasiswa pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi profesi apoteker," ujarnya.

Dia juga menanggapi persoalan banyaknya mahasiswa farmasi yang tidak lulus UKAI. Hal itu terjadi karena beberapa faktor.

"Apakah kemampuan ilmu yang didapat sebelumnya tidak cukup untuk lulus.  Masing-masing mesti introspeksi diri apa yang menyebabkan tidak lulus. Bagaimana selama mengikuti kuliah di kampus," katanya.

Selain tidak lulus UKAI, mahasiswa yang tidak lulus dalam ujian beberapa waktu lalu ini pun memprotes biaya UKAI. "Masalah bayar saya pikir wajar saja. Karena dalam penyelenggaraan butuh operasional dan fasilitas. Setahu saya memang tahap wajar," ujarnya.

Ardiyansyah menambahkan UKAI dalam setiap pelaksanaannya selalu dievaluasi tim dari IAI, KFN, dan PTFI. Untuk nilai ambang batas lulus UKAI juga naik. Nilai batas lulus (NBL) dari sebelumnya 52 menjadi 56.

"Itu sebenarnya tidak naik signifikan karena untuk menjadi apoteker nilainya harus tinggi. Standar NBL terus di-upgrade karena keilmuan, teknologi berkembang, sehingga apoteker yang profesional dapat mengembangkan ilmunya," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar