#beritalampung#beritalampungterkini#lampungpost#wartawan#jurnalis#obituarium

Wartawan yang Teguh Jalani Profesi hingga Akhir Hayat

( kata)
<i>Wartawan yang Teguh Jalani Profesi hingga Akhir Hayat</i>
Sejumlah karangan bunga memenuhi rumah duka almarhum mantan jurnalis Lampung Post Buhairi Aidi di Bilangan Jalan Gotong Royong, Kotabumi, Lampung Utara, Kamis, 10 November 2022. Lampung Post/Fajar Nofitra


Kotabumi (Lampost.co) -- Dunia pers Lampung kehilangan salah satu wartawan senior Buhairi Aidi bin Abdul Wahab (64) Gelar Ratu Sekurai meninggal akibat penyakit yang dideritanya, Kamis, 10 November 2022. Mantan jurnalis Lampung Post itu meninggalkan kenangan yang tak bisa dilupakan para rekan dan sejawatnya.

Jenazah almarhum dimakamkan di permakaman keluarga di kampung halamannya, Tiyuh Karta, Kecamatan Tulangbawang Udik, Tulangbawang Barat, Kamis, 10 November 2022.

Baca juga: Peringati Hari Pahlawan, Ketua TP PKK Lamtim Tabur Bunga di TMP Sukadana 

Selama bertugas sebagai jurnalis, almarhum dikenal rekan sejawat sebagai pribadi tang ulet, rajin, dan rapi dalam menyimpan dokumen yang berhubungan dengan pemberitaan yang dibuatnya. "Dia adalah pekerja keras dan ulet. Selain itu juga sosok rajin dan rapi dalam menyimpan dokumen-dokumen penting, khususnya berhubungan dengan pemberitaan. Selamat jalan kawan semoga diterima di sisinya paling mulia. Semoga keluarga ditinggalkan sabar dan ikhlas atas kepergiannya," ujar rekan sejawat yang juga mantan wartawan Lampung Post, Yoel :Lukasim.

Dia menjelaskan almarhum mengabdikan hidupnya di dunia jurnalistik hingga masa purnabakti atau pensiun dari koran tertua di Lampung tersebut sebagai kepala Biro Lampung Utara. “Dia benar-benar jurnalis sejati yang hampir sepanjang hidupnya bergelut di dunia kewartawanan," katanya.

Almarhum yang meninggal bertepatan dngan Hari Pahlawan itu juga meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besarnya. Pria yang akrab disapa Pak Buh itu dikenal sebagai sosok pekerja keras dan ulet serta sayang kepada keluarga.

"Banyak kenangan ditinggalkan beliau, terutama pengalaman. Dia adalah figur yang berani dan pantang mundur walau badai mengadang," kata salah seorang kerabat di rumah duka bilangan Jalan Gotong Royong, Kotabumi.

Menurut dia, Pak Buh meninggalkan lima putra dan putri yang telah sukses serta hidup berumah tangga. "Dia sukses dalam mendidik anak-anak hingga jadi semua saat ini. Orangnya keras, kalau sudah mau berbuat pantang baginya mundur. Khususnya di dunia pekerjaan yang sampai hayat dijalannya," ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar