#feature#beritalampung

Usia Senja Tak Menyurutkan Semangat Suwarno Berjualan Es Cincau Keliling

( kata)
<i>Usia Senja Tak Menyurutkan Semangat Suwarno Berjualan Es Cincau Keliling</i>
Suwarno sedang melayani pembeli es cincau. Lampost.co/Apriesti Liantiana

Bandar Lampung (Lampost.co): Dibawah terik sinar matahari di kawasan Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek, seorang pria memakai kaos hijau celana panjang cokelat dan caping melayani pembeli minuman yang ingin menghilangkan dahaga.

Wajah senja yang mulai mengeriput itu dengan penuh semangat menjajakan es cincau di wilayah Bandar Lampung.

Pria kelahiran 80 tahun itu bernama Suwarno. Dia merupakan ayah dari 7 orang anak.

Dia mengatakan telah berdagang es cincau sejak 8 tahun lalu. “Saya dan istri memutuskan berjualan es cincau sekitar 8 tahun lalu setelah anak-anak saya menikah,” kata Suwarno.

Ia berdagang es cincau per hari hanya mendapatkan uang Rp100 ribu. Itupun kalau ramai. Saat musim penghujan, dia hanya mampu mendapatkan paling banyak Rp40 ribu. Cukup tidaknya penghasilan yang didapat, ia terima dengan lapang dada.

"Yang terpenting bisa bawa pulang uang ke rumah. Sudah bersyukur saya dapatkan untuk makan berdua istri dan kebutuhan lainnya,” tutur Simbah, sebutan akrab para pembeli.

Menurutnya, jika cincau tidak habis, terpaksa dia harus membuangnya karena akan basi.

"Kalau cincau tidak habis sudah pasti saya dan istri buang, karena kami tidak ada kulkas untuk mengawetkan sampai besok, karna kami membuatnya tanpa bahan pengawet,” kata dia.

Suwarno mengatakan istrinya setiap hari hanya mengurus rumah. Terkadang setiap berjulan dia dibantu oleh anak perempuannya.

"Terkadang anak saya membantu menjual es cincau, tapi tidak tiap saat karena dia kan mempunyai anak . Selebihnya saya semampunya,” katanya lirih.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar