#Kesehhatan#KoronaVirus

Usaha Petani Karet Kian Suram Terdampak Korona

( kata)
<i>Usaha Petani Karet Kian Suram Terdampak Korona</i>
Petani karet pun terkena imbas virus korona lantaran harga karet terus merosot dan pabrik pabrik tutup. (Yudhi Hardiyanto/Lampost.co)

Kotabumi (lampost.co) – Pandemi virus korona di seluruh dunia tidak hanya berampak pada banyaknya korban jiwa. Di Kabupaten Lampung Utara, petani karet setempat pun terkena imbasnya lantaran harga karet terus merosot.

"Seminggu terakhir harga getah karet anjlok, kata pengepul yang saya tanya, ini sejak wabah korona, pabrik pengolah karet yang ada di Sumatra seperti di Medan maupun Padang sudah tutup dan tersisa hanya pabrik di Palembang," ujar petani karet, Nawan, warga Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Sungkai Barat, di kediamannya, Selasa, 31 Maret 2020.

“Mensikapi hal itu, saya hanya bisa pasrah. Saya tidak tahu apakah minggu depan masih bisa menjual getah karet yang ada atau tidak," ujarnya.

Dia mengaku harga getah karet untuk mingguan sebelumnya Rp6.500,-/kg. Sekarang anjlok menjadi Rp5 ribu/ perkilo. Rata-rata, dalam satu hektarnya, hasil getah yang di dapat sebanyak 30 kilo, dengan harga jual sebesar Rp5 ribu/kilo di dapat hasil sehari berkisar Rp150 ribu.

"Hasil yang di dapat Rp150 ribu itu, merupakan hasil kotor karena mesti di bagi tiga, Rp50 ribu untuk pemilik, satu bagian dengan besaran yang sama untuk pemupukan dan sisanya untuk penyadap atau sehari penghasilan bersih yang saya terima Rp50 ribu" kata dia.

Rozali, petani karet warga desa setempat, berharap pemerintah bisa mengambil sikap terkait anjloknya harga getah saat ini.

"Terpuruknya petani karet saat ini bukan lagi masalah harga. Tapi, kalau pabrik untuk pengolahan getah saja tutup, lagi bagaimana dengan nafkah kami sekeluarga," tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan Heri, petani karet, warga Desa Kemalo Abung, Kecamatan Abung Selatan.

"Kalau pabrik pengolahan getah karet tutup. Dampaknya yang paling terasa adalah petani penyadap, kami harus jual barang kemana lagi dan saya hanya berharap wabah korona ini dapat segera berakhir agar petani dapat hidup normal kembali," kata dia lirih.

 

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar