#timcovidhunter#penerapanprotokolkesehatan

Ujian Kesabaran Tim Covid Hunter Hadapi Pelanggar Ngeyel

( kata)
<i>Ujian Kesabaran Tim Covid Hunter Hadapi Pelanggar Ngeyel</i>
Tim Covid Hunter yang melakukan penindakan terhadap pelanggar yang tidak menggunakan masker. Dok. Covid Hunter


Metro (Lampost.co) -- Kesabaran menjadi kunci bagi setiap anggota tim Covid Hunter dalam menjalankan tugas penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Sikap ngeyel para pelanggar seakan menjadi makanan sehari-hari yang harus diterima anggota tim.

Tim Covid Hunter dibentuk Kapolres Metro untuk membantu pelaksanaan protokol kesehatan di tengah masyarakat. Hal itu juga sesuai dengan Perwali Nomor 39 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kota Metro.

Tim Covid Hunter merupakan gabungan dari tim Scorpion dan Sabhara yang beranggotakan 10-15 personel dan setiap hari berkeliling hingga ke pelosok-pelosok daerah di Metro. Pelanggaran didominasi karena tidak memakai helm. 

Bripka Indah Maya Sari, salah satu anggota tim, mengakui masih banyak warga Kota Metro yang tidak mengindahkan protokol kesehatan 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M). Berbagai alasan diutaran para pelanggar.

"Kami banyak menemukan warga yang lewat, tapi tidak memakai masker. Ada yang beralasan rumahnya dekat dan ada juga yang beralasan susah untuk bernapas dan sumpek. Terkadang jika itu wanita susah memakainya karena memakai kerudung," ujar Bripka Indah Maya Sari, Selasa, 13 Oktober 2020.

Terkadang dan juga sering ditemui adalah pelanggar yang memang sengaja tidak memakai masker dan ada juga yang sama sekali tidak membawa masker dan itu akan diberikan masker baru untuk dipakai.

"Banyak pelanggar yang sengaja tidak memakai masker dan itu terkadang mereka taruh di bawah jok motor atau di saku celana. Mereka memang malas memakai, katanya nanggung lagi ngerokok jika itu laki-laki," ujarnya.

Dia menambahkan jika menemukan pelanggar yang ngeyel, pelanggar langsung diberi tahu isi Perwali Nomor 39. "Kalau tetap ngeyel, kita buat surat teguran tertulis dengan menuliskan alamat, nomor KTP, dan nomor telepon. Jika nanti misalnya melanggar lagi, kami akan memberi sanksi tindakan berupa sanksi sosial sesuai yang ada di Perwali Nomor 39," katanya.

Pada dasarnya tim Covid Hunter dalam melakukan mobile link akan menindak pelanggar yang telah melakukan pelanggaran lebih dari satu kali.

Namun, di tengah tugas ada juga masyarakat yang mengapresiasi dengan apa yang dilakukan tim Covid Hunter. Bahkan, mereka tak segan-segan memberhentikan tim hanya untuk meminta berswafoto.

"Terkadang saat kami patroli, mereka malah memanggil kami untuk berhenti hanya sekadar untuk meminta foto bersama Tim Covid Hunter," kata dia.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar