#beritalampung#beritalampungterkini#briptuanumertagilangajiprasetyo#gugur#kkbpapua#brimob

TPU Hargomulyo Jadi Persinggahan Abadi Sang Pahlawan

( kata)
<i>TPU Hargomulyo Jadi Persinggahan Abadi Sang Pahlawan</i>
Proses pemakaman Briptu Anumerta Gilang Aji Prasetya yang gugur dalam kontak senjatan dangan KKB Papua di TPU Hargomulyo, Desa Triharjo, Merbaumataram, Lampung Selatan, Jumat, 2 Desember 2022. Lampost.co/Putri Purnama Sari


Kalianda (Lampost.co) -- Suasana haru mengiringi pemakaman jenazah Briptu Anumerta Gilang Aji Prasetyo, anggota Brimob Polda Lampung, yang gugur di Papua setelah terjadi kontak senjata dengan sekelompok orang yang diduga KKB. Jenazah dimakamkan di TPU Hargomulyo, Desa Triharjo, Merbaumataram, Lampung Selatan, Jumat, 2 Desember 2022.

Jenazah diberangkatkan dari Makosat Brimob Polda Lampung dan tiba di rumah duka sekitar pukul 07.30 WIB. Kedatangan jenazah disambut isak tangis para keluarga dan puluhan personel Polda Lampung yang telah menunggu.

Proses pemakaman almarhum dilaksanakan secara kedinasan yang dipimpin langsung Kapolda Lampung Irjen Akhmad Wiyagus. Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan duka yang mendalam.

Baca juga: Satu Personel Brimob Lampung Gugur Usai Kontak Senjata dengan KKB Papua 

"Saya Kapolda Lampung dan keluarga besar Polda Lampung turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Briptu Gilang yang telah berjuang dengan ikhlas dan penuh berani membela ibu pertiwi. Selamat jalan Pahlawanku, pengorbananmu untuk kehormatan rakyat bangsa dan negara bumi Indonesia tidak akan sia-sia," katanya.

Berdasarkan keterangan sang ayah, Briptu Anumerta Gilang Aji Prasetyo terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada Senin, 26 November 2022. "Waktu itu kebetulan saya lagi besuk pak kapolsek yang mengalami musibah kecelakaan di Rumah Sakit Immanuel. Almarhum melihat status WhatsApp dan saya langsung video call, dia menyampaikan ikut prihatin atas musibah pak kapolsek," ujar ayah almarhum, Santoso.

Dia mengatakan tugas almarhum untuk melaksanakan satgas perdamaian di Papua akan berakhir pada Desember ini dan pulang pada Januari 2023 mendatang. "Dia pernah cerita kalau awal Januari akan pulang, tapi memang dia lebih banyak berkirim pesan dengan ibu dan adik-adiknya. Kami enggak merasa ada firasat buruk sebelumnya," ujarnya.

Santoso berharap Polda Lampung berkenan memberikan perhatian kepada adiknya Briptu Anumerta Gilang yang bercita-cita ingin menjadi polisi. "Kami berharap dari kepolisian bisa memberikan perhatian untuk cita-cita adiknya meneruskan jejak kakaknya menjadi polisi suatu hari nanti dan meneruskan kebanggaan keluarga," ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar