#FEATURE#HUMANIORA#BANDARLAMPUNG

Susah Payah Penjual Tempe di Gunungsulah pada Masa Pandemi

( kata)
<i>Susah Payah Penjual Tempe di Gunungsulah pada Masa Pandemi </i>
Siti Khodijah, pedagang tempe di Gunungsulah, Way Halim, Bandar Lampung. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kerutan di wajah Ibu Siti Khodijah salah satu pedagang tempe di Gunungsulah, Way Halim, Bandar Lampung seakan membentuk garis-garis berjajar. Sesekali ia tersenyum seraya menawarkan produk tempe olahannya. Namun, pandemi menjadikan barang dagangannya sepi.

Tak bisa dipungkiri, pembatasan aktivitas kegiatan masyarakat membuat daya beli masyarakat menurun dan harga kedelai yang tinggi sangat mempengaruhi pembuat kedelai.

"Sepi mas, ini masih banyak tempenya yang belum laku, sedih rasanya," kata Siti Khodijah sembari menghela napas, Rabu, 7 Juli 2021.

Baca juga :Perjuangan Buruh Cuci Sekolahkan Tiga Anaknya pada Masa Pandemi

Dengan telaten ia mulai mengolah kedelai, melakukan fermentasi, sampai tempe bisa dihidangkan. Sebelum matahari bersinar, ia sudah bergegas menyiapkan dagangannya untuk dijual kepada pedagang di pasar dan kepada warung-warung langganannya.

"Sejak suami meninggal, anak saya yang membantu. Anak saya sampai menjual tempe di Pasar Jatiagung. Sepotong tempe kemasan bisa dijual dengan harga seribu rupiah," ceritanya.

Baca juga :Nicho Urung Pulang Demi Lindungi Keluarga dari Korona

Perempuan paruh baya itu menceritakan keuntungan yang didapatkan sangat tipis. Apalagi sejak harga kedelai beranjak naik dan harga plastik pembungkus tempe menjadi terdongkrak. Setiap harinya ia mengolah 40 kg kedelai sebagai bahan baku tempe. Meski demikian, ia tetap bersyukur masih bisa makan.

"Harga kedelai juga tinggi, sekarang Rp10.500/kg. Pengennya harga kedelai diangka Rp7.000/kg. Apalagi selama pandemi, belum ada bantuan pemerintah untuk membantu usaha ini," katanya. 

 

Ia berharap pandemi covid-19 lekas berlalu. Pemerintah aktif menyentuh dan membantu masyarakat yang bergerak di sektor ekonomi kerakyatan, harga kedelai bisa stabil dan tempe dagangannya laku dijual.

 

 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar