#beritalampung#beritalampungterkini#infrastruktur#rigidbeton

Rigid Beton Jalan Terusan Ryacudu Dianggarkan dalam APBD Lampung 2023

( kata)
<i>Rigid</i> Beton Jalan Terusan Ryacudu Dianggarkan dalam APBD Lampung 2023
Kondisi jalan tusak di Terusan Ryacudu yang berada di depan kampus Institut Teknologi Sumatra (Itera), beberapa waktu lalu. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung akan melakukan rigid beton di Jalan Terusan Ryacudu yang berada di depan kampus Institut Teknologi Sumatra (Itera). Rencananya pengerjaan dilaksanakan pada 2023 dengan anggaran dana Rp13 miliar.

"Pengerjaan ini akan menggunakan dana yang akan dianggarkan pada APBD Lampung 2023 dan pelaksanaan pengerjaannya bertahap," kata Kepala Dinas BMBK Lampung, Febrizal Levi Sukmana, Minggu, 30 Oktober 2022.

Baca juga: Pemdes Suak Perbaiki Jalan Putus Akibat Banjir Bandang 

Dia mengatakan jika pada 2023 mendatang, pihaknya akan menganggarkan dan optimalkan pengerjaan. Untuk total panjang jalan 1 kilometer yang terbagi menjadi dua jalur tersebut merupakan jalur terusan yang menghubungkan ke gerbang tol Kota Baru.

"Masing-masing jalur itu 500 meter. Dana yang dibutuhkan kira-kira Rp12 miliar—Rp13 miliar. Pengerjaannya kami akan lakukan bertahap," ujarnya.

Febrizal menambahkan sebenarnya perbaikan titik-titik jalan yang rusak di Jalan Terusan Ryacudu masih menjadi tanggung jawab Waskita Karya sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dari Hutama Karya.

“Jalan itu sebenarnya masih menjadi tanggung jawab dari Waskita sebagai BUJT-nya Hutama Karya. Kami diminta untuk menunda perbaikan karena akan diperbaiki Waskita, tetapi setelah diperbaiki rusak lagi," ujarnya.

Oleh karena itu, Pemprov Lampung akan memperbaiki melalui perkerasan kaku atau rigid sehingga jalan utama menuju gerbang tol Kota Baru tersebut tidak lagi dikeluhkan pengguna jalan.

"Sebetulnya kami sudah mau memulai rigid, tapi terkendala karena belum serah terima akhir pekerjaan atau FHO dari Waskita ke Hutama Karya dan ke Pemprov Lampung. Solusinya, Pemprov tahun depan akan melakukan rigid tidak menunggu lagi FHO," katanya.

Adapun nanti sebelum melakukan proses rigid jalan, pihaknya akan melakukan soil test untuk mengetahui permasalahan jalan tersebut. Apalagi titik kerusakan yang kerap di bagian yang sama.

"Ada beberapa titik, nanti kita soil test titik-titiknya. Kebutuhan dananya dengan kerusakan menyesuaikan, namun yang jelas karena ini akses utama menuju jalan tol pasti kita pikirkan dengan matang untuk kenyamanan pengendara," ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar