#Kebakaran-Lahan

Ribuan Pohon Karet Ludes Terbakar Sisakan Duka Petani

( kata)
<i>Ribuan Pohon Karet Ludes Terbakar Sisakan Duka Petani</i>
Ilustrasi/Medcom.id.


Panaragan (Lampost.co) -- Perkebunanan karet siap sadap di Tiyuh Dayasakti, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) terbakar. Sedikitnya lima hektar kebun karet milik delapan kepala keluarga musnah. Tiada lagi yang tersisa dari peristiwa itu selain kesedihan di lubuk hati para petani.

Ribuan pohon karet yang ludes dilalap api pada Rabu, 30 Oktober 2019 lalu tersebut menjadi pukulan berat bagi para petani. Dipastikan tanaman tersebut tidak dapat diharapkan berproduksi kembali. Hal ini menyisakan kesedihan mendalam dari para pemilik kebun yang mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

"Rabu, sekitar jam 10 pagi, saya diberi tahu kebun saya terbakar, sekarang tidak bisa diharapkan lagi hasilnya. Padahal baru saja selesai dipasang tempurung mau mulai nyadap bulan ini, setelah delapan tahun menanti," kata Abu Siri, kepada Lampost.co, Sabtu, 2 November 2019.

Dijelaskannya, lokasi perkebunan di lingkungan RW III Tiyuh Dayasakti, tidak jauh dari perumahan penduduk. Karena kemarau air sulit didapatkan untuk melakukan upaya pemadaman, hingga saat ini belum ada pihak-pihak yang mengaku bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

"Kami hanya bisa pasrah, dan menunggu keputusan dari kawan-kawan lainnya terkait terkait kerugian yang kami alami," kata Siri.

Lahan perkebunan karet ludes terbakar tidak hanya terjadi di Tiyuh Dayasakti. Sepekan sebelum kejadian itu api juga melahap tiga hektar kebun karet di Umbul Bawangbasung, Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat. Diduga api berawal dari seorang warga yang hendak membuka lahan dengan cara dibakar. Akibat kebaran itu, warga dirugikan hingga ratusan juta.

Leman, salah satu petani yang lahannya terbakar menuturkan, sebelum peristiwa kebakaran lahan tersebut terjadi. Ia sempat melihat ada warga yang tengah membersihkan lahan yang hendak ditanami singkong.

"Pas saya nyadap (menderes kared red) tadi pagi memang ada orang yang lagi bersih-bersihin lahan di samping itu. Disitu juga memang kelihatan ada api. Mungkin dia bakar rumput-rumput di daerah tanggul itu," kata di lokasi kejadian, Senin, 21 Oktober 2019 sore.

"Iya kalau sudah kayak gini, gimana lagi mau di sadap. Pohon karetnya aja gosong gitu, kan enggak bisa disadap lagi. Ini pun saya nyadapnya kan upahan," kata dia.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar