#JTTS#sopir#khawatir#beritalampung

Rasa Khawatir Sopir Sirna saat Melewati Tol

( kata)
<i>Rasa Khawatir Sopir Sirna saat Melewati Tol</i>
Suasana pintu Tol Simpang Pematang. Lampost.co/ Ridwan Anas

Mesuji (Lampost.co) -- Rasa khawatir saat bekerja tidak lagi banyak dirasakan sopir truk, terutama yang melintas di Jalan Lintas Timur Sumatera.

Kata cemas sudah menjadi makanan sehari-hari bagi para sopir. Penyevbabnya, begitu marak aksi premanisme dan buruknya kondisi Jalan Lintas Timur Sumatera, kini seolah ditelan habis oleh hadirnya Jalan Lintas Tol Trans Sumatera (JTTS) yang baru diresmikan Presiden Jokowi beberapa hari lalu.

"Sungguh luar biasa peran tol ini bagi kami. Kami tidak lagi mengalami hari hari yang melelahkan saat bekerja seperti aksi premanisme, buruknya kondisi jalan, juga lamanya waktu tempuh  menuju tujuan,. Itulah masalah kami selama ini dijalan," jelas Ridwansyah, sopir truk barang asal Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya,  Mesuji, Senin, 18 November 2019.

Biasanya, dari Palembang menuju Bandar Lampung bisa memakan waktu hingga 9 Jam perjalanan. Kini, hanya butuh waktu 5 jam saja untuk sampai Bandar Lampung.

"Kini jauh lebih aman lewat tol. Hanya saja, saat ini rest area di ruas Tol masih belum bisa melayani dengan maksimal. Kami sudah mencari makan, atau sekedar istirahat menghilangkan kantuk, selebihnya luar biasa,' imbuhnya.

Bahagia Sopir truk tak serta merta dirasakan juga oleh pemilik rumah makan di sepanjang Ruas Jalan Lintas Timur Sumatera. Kondisi suram justru dirasakan para pemilik rumah makan yang menjadikan para sopir truk sebagai pengunjung utama.

"Sangat sepi yang mampir. Biasanya berderet truk berbagai jenis mampir, kini hanya mobil lokal Mesuji saja yang melintas," kata Supri pemilik rumah makan di Jalan Lintas Timur Sumatera.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar