#tahfizquran#ponpes#santri

Potret Santri Tahfiidzul Qur'an Raudhatus Salim Desa Cempaka

( kata)
<i>Potret Santri Tahfiidzul Qur'an Raudhatus Salim Desa Cempaka</i>
Caption: Aktifitas santri di halaman pondok pesantren (Ponpes) Tahfiidzul Qur'an Raudhatus Salim, Dusun 1, Desa Cempaka, Kecamatan Sungkai Jaya, Selasa (22-10-2019). Lampost.co/Yudhi HardiyantoNTO

Kotabumi (Lampost.co): Tidak ada yang mencolok pada aktifitas santri pondok pesantren (Ponpes) Tahfiidzul Qur'an Raudhatus Salim, Dusun 1, Desa Cempaka, Kecamatan Sungkai Jaya. Pembedanya, di sini santri mengkhususkan diri untuk belajar menghapal  Alquran.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfiidzul Qur'an Raudhatus Salim, Selasa, 22 Oktober 2019 mengatakan, santri yang mondok khusus belajar menghafal Alquran. Di pondok ini, pihak pengasuh membatasi jumlah santri yang mondok dengan alasan keterbatasan ruang untuk belajar.

"Kami membatasi jumlah santri yang mau belajar di pondok Tahfiidzul Qur'an Raudhatus Salim, karena keterbatasan ruang," ujarnya lirih.

Di pondok yang menempati lokasi sekitar 1 hektar (ha), terbagi untuk santri putra ada 36 santri dengan lokasi belajar 2 lokal dan satu rumah. Sedangkan santri putri, berjumlah 41 santri dengan lokasi belajar Qur'an ada 5 lokal, satu aula dan satu rumah.

"Karena pondok ini mengkhususkan pembelajaran untuk tahfiidz Alquran, sekitar 80 persen santri mengambil paket belajar A,B dan C di sekolah formal di tempat mereka masing-masing  untuk mendapatkan ijazah pendidikan formal," kata dia.

Di singgung pembiayaan aktifitas pengajaran di pondok dengan lima orang tenaga pengajar termasuk pengasuh pondok, dia menjawab,  sepertiga dana operasional pondok ditanggung donatur tetap, untuk pendaftaran Rp500 ribu, sedangkan untuk uang pindah makan (UPM) di tanggung santri dengan dua paket yang ditawarkan yakni Rp250 ribu/bulan atau Rp350 ribu/bulan dan khusus santri yang tidak mampu tidak ada tanggungan pembiayaan apapun.

"Para pengasuh serta pengajar di Pondok Tahfiidzul Qur'an Raudhatus Salim lebih bersifat sosial dan kami berharap ilmu agama Islam dapat berkembang luas di masyarakat dan amal jariyahnya dapat mengalir sampai akhirat," kata dia menambahkan.

Yudhi Hardiyanto



Berita Terkait



Komentar