#feature#beritalampura#beritalampung

Pengabdian Guru SDN Banjarwangi Diujung Batas

( kata)
<i>Pengabdian Guru SDN Banjarwangi Diujung Batas</i>
Guru SDN Banjarwangi, Kecamatan Kotabumi Utara, Suriah, mengajar siswanya di SDN setempat, Rabu, 23 Oktober 2019. Lampost.co/Yudhi Hardiyanto

KOTABUMI (Lampost.co) -- Petikan rumor akan tutupnya sekolah, karena kurangnya jumlah siswa yang terjadi dari tahun ke tahun meresahkan delapan tenaga pengajar SDN Banjarwangi, Kecamatan Kotabumi Utara. Menyikapi hal itu, mereka mengaku pasrah. 

Guru SDN Banjarwangi, Kecamatan Kotabumi Utara, Suriah mengatakan total jumlah siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 di sekolah tersebut hanya berjumlah 61 orang. Sudah lima tahun terakhir mulai 2015 sampai 2019, jumlah siswa yang mendaftar di tahun ajaran baru di SDN Banjarwangi minim. Dengan rincian, di 2015 jumlah siswa yang masuk ada 7 siswa, 2016 (10), 2017 (8), 2018 (7) dan 2019 ada 7 siswa.

"Jumlah siswa yang mendaftar dari tahun ke tahun sangat sedikit. Saya khawatir ada masa SDN Banjarwangi tidak ada lagi siswa yang mendaftar. Bila itu terjadi, sekolah ini terancam tutup," ujarnya. 

Jumlah tenaga pengajar di SDN Banjarwangi ada delapan tenaga guru dengan rincian, dua guru PNS dan enam guru honorer. Sedangkan pembiayaan sekolah  yang hanya mengandalkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) itu dihitung dari jumlah siswa belajar. Angka rupiah yang diterima SDN Banjarwangi sangat minim setelah dikurangi beban pengeluaran rutin, seperti gaji guru honorer perorang Rp200 ribu/tiga bulan, biaya semester, alat tulis kantor (ATK), honor kebersihan dan beban listrik setiap bulannya.

"Inilah kendala yang kami alami di sekolah dalam mengatur keuangan," tuturnya.

Disinggung bila terjadi tidak ada lagi siswa yang mendaftar di SDN Banjarwangi dan sekolah terpaksa digabungkan dengan sekolah yang lain, Suriah mengaku guru SDN Banjarwangi hanya bisa pasrah untuk keputusan tersebut. 

"Yah, mau diapakan kayak mana lagi mas. Kalau sekolah ini terpaksa ditutup bila sudah tidak ada lagi siswa yang mendaftar, saya hanya bisa pasrah. Tugas saya sebagai seorang guru hanya mengajar," kata dia lirih.

Yudhi Hardiyanto

Berita Terkait

Komentar