#feature#mengaisrizki

Mengais Rezeki dari Daun Pisang

( kata)
<i>Mengais Rezeki dari Daun Pisang</i>
Caption: Samino warga Desa Kemalo Abung, Kecamatan Abung Selatan, dilahannya mulai memotong pelepah pisang sebelum di jual ke pasar, Minggu (29-9-2019).  Lampost.co/Yudhi Hardiyanto

Kotabumi (Lampost.co):  Waktu terbaik memangkas daun pisang saat pagi,  sebelum pukul 07.30 dan sore mulai pukul 16.30. Di luar jam tersebut atau saat matahari terik, daun yang dipangkas rentan kering. Bila itu terjadi, daun yang diambil tidak laku di jual.  

Pemetik daun pisang, Samino,  warga Desa Kemalo Abung, Kecamatan Abung Selatan, di lahannya, Minggu, 29 September 2019 mengatakan daun pisang biasanya dibeli pelanggan sebagai pembungkus makanan. Ia jual di pasar di desanya, 

Sedangkan untuk daun pisang yang ia ambil, rata-rata telah dipesan pengrajin tempe sebagai bungkus kedelai. Untuk harga satu ikat daun, dengan berat sekitar 1 kg,  didesanya dihargai Rp 10 ribu s/d Rp15 ribu. Sedangkan untuk wilayah kotabumi satu ikat bisa mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu.

"Untuk mencapai satu ikat, dibutuhkan sekitar 5 pelepah s/d 7 pelepah daun pisang. Jenis daun pisang yang laku di jual dipasaran adalah jenis pisang kepok dan pisang batu karena daun pisang tersebut tebal serta tidak mudah sobek dan tidak mudah layu" ujarnya. 

Sehari, dia mengaku  menjual antara 5 ikat hingga 7 ikat daun pisang ke pengrajin tempe kedesanya dengan pendapatan kotor dari berjualan daun pisang tersebut  berkisar Rp50 ribu hingga Rp70 ribu sebab belum dipotong transport dan modal. Dia mengaku, daun pisang yang di ambil selain dari lahannya, juga dari tetangga desanya dan untuk daun pisang yang di ambil dia barter daun tersebut dengan tempe.

"Rata-rata tetangga saya meminta daun yang di ambil di barter dengan tempe dengan takaran sesuai kesepakatan berdasarkan banyak sedikitnya daun pisang yang di dapat dan itu di ambil dari hasil penjualan daun pisang sebelumnya," kata dia pada Lampost.co.

Yudhi Hardiyanto

Berita Terkait

Komentar