#lampung#lampura#feature

Menantang Gigitan Semut Rangrang demi Tambahan

( kata)
<i>Menantang Gigitan Semut Rangrang demi Tambahan</i>
Giyanto (53), warga Desa Kemaloabung, Kecamatan Abung Selatan, menunjukkan hasil tangkapan kroto yang didapat di areal kebun sawit desa setempat, Minggu, 3 November 2019. Lampung Post/Yudhi Hardiyanto

Kotabumi (Lampost.co) -- Gigitan semut rangrang yang bikin pedih sudah biasa dirasakan Giyanto (53), warga Desa Kemalo Abung, Kecamatan Abung Selatan. Pekerjaan mencari kroto atau telur semut rangrang menjadi sambilan usai menderes getah karet.

"Kalau terguyur air hujan masih adem, Mas, tapi kalau terguyur rombongan semut rangrang, rasanya mantap, pedih banget," kata Giyanto (53), warga Desa Kemaloabung, Kecamatan Abung Selatan, sambil terkekeh saat ditemui Lampost.co di areal kebun sawit desa setempat, Minggu, 3 November 2019.

Dia mengaku pekerjaan tersebut sudah dilakoni setahun terakhir ini usai menderes getah karet. "Anjloknya harga getah karet maupun produktivitas hasil panen di musim kemarau ini, kurang bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Sementara biaya hidup mesti dikeluarkan setiap harinya" ujarnya.

Baginya pekerjaan sambilan tersebut merupakan hal termudah yang jelas hasilnya. Namun, hasilnya bergantung dari banyak sedikitnya kroto yang didapat dari kebun karet maupun kebun sawit yang ada di seputar desa.

"Seminggu rata-rata dua sampai tiga kali saya mencari kroto di seputar wilayah desa" katanya.

Disinggung hasil buruan kroto yang didapat, dia mengaku sekali mencari diperoleh hasil sekitar 4 ons sampai 5 ons kroto. Untuk hasil kroto yang didapat, biasanya langsung di jual ke pengepul atau kios burung dengan harga per kilo Rp80 ribu.

"Di musim kemarau ini, hasil kroto tangkapan alam yang didapat kurang. Rata-rata sekitar 4 ons sampai 5 ons saja. Berbeda dengan musim hujan, rata-rata sekali ambil bisa sampai satu kilo," kata dia.

Baginya, dalam menjalani profesi ini bukan dinilai dari banyak sedikitnya hasil yang didapat tapi rasa syukur atas karunia yang Allah berikan melalui ciptaannya sebagai lantaran sumber rezeki.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar