petanifeature

Kisah Perempuan Pemetik Buah Lada

( kata)
<i>Kisah Perempuan Pemetik Buah Lada</i>
Caption; Maria, bersama rekannya, Mukkadimah, buruh petik buah lada warga Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Sungkai Barat, memanen buah lada di areal lahan di desa setempat, Selasa (11-8-2020). LAMPUNG POST/YUDHI HARDIYANTO

KOTABUMI (Lampost.co) -- Panen lada di awal Agustus 2020, menjadi asa bagi perempuan di sentra produksi tanaman lada yang mencari  hasil tambahan sebagai buruh petik. Mereka berharap, produktifitas hasil panen tahun ini melimpah jika dibanding dengan hasil panen 2019 lalu. 

"Semoga hasil panen lada melimpah. Tapi, jika menilik dari kelebatan buah lada di hamparan lahan seluas 1/2 hektar (ha) yang akan saya petik, produktifitas hasil panen 2020 ini dimungkinkan anjlok" ujar Maria, salah satu perempuan pemetik buah lada, warga Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Sungkai Barat, di sela pekerjaannya di desa setempat, Selasa, 11 Agustus 2020.

Bersama rekannya, Mukkadimah, yang juga warga desa setempat, dia mengaku, upah sebagai buruh pemetik buah lada dihitung dengan bagi hasil panen.  Yakni; 10/2 atau dari 10 kg hasil panen lada basah yang didapat, pemetik mendapat bagian 2 kg lada dari hasil tersebut. 

"Bagi hasil 10/2, umum diterapkan bagi pemilik tanaman lada di tempat ini. Karena lahan yang akan di panen milik kakak, saya mendapat upah 3 kg lada dari 10 kg lada basah yang di petik," tuturnya tersenyum. 

Disinggung harga jual untuk lada kering, dia menjawab, dari tengkulak berkisar Rp25 ribu/kilo. Harga itu, lebih tinggi dibanding 2019 lalu yang dibeli tengkulak Rp20 ribu/kilo. 

"Walau harga jual di tingkat tengkulak lebih tinggi. Tapi bila di tilik dari kelebatan buah yang dihasilkan pada panen Agustus 2020 ini, dimungkinkan hasil panen lada lebih sedikit di banding dengan hasil panen 2019 lalu yang di lahan yang sama sebelumnya di perolehan hasil panen sebanyak 2 kuintal," tuturnya menambahkan. 

Untuk masa panen, dia mengaku antara dua minggu hingga 1 bulan, tergantung luas areal lahan yang akan di panen. Selain itu, masak buah lada yang ditandai dengan warna buah kemerahan waktunya tidak bersamaan. 

"Buah lada yang di panen adalah buah yang sudah masak. Karena itu, panen lada tidak dapat dilakukan sekaligus," kata dia lirih.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar