#lampura#disabilitas

Keterbatasan Tidak Surutkan Eka Kejar Cita-cita

( kata)
<i>Keterbatasan Tidak Surutkan Eka Kejar Cita-cita</i>
Eka Kumala Sari, penderita tunadaksa (cacat fisik), saat belajar didampingi gurunya di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Sukamaju, Kecamatan Abung Semuli, Selasa, 3 Desember 2019. Lampost/Yudhi Hardiyanto


Kotabumi (Lampost.co) -- "Aku ingin menjadi desainer grafis." Kata itu keluar dari mulut Eka Kumala Sari, penderita tunadaksa (cacat fisik) murid kelas 11 Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Sukamaju, Kecamatan Abung Semuli.

Kalimat itu keluar dibarengi senyum ceria saat mengikuti pelajaran di ruang kelas bersama enam rekannya, Selasa, 3 Desember 2019. Gadis manis berjilbab yang mengalami lumpuh layuh di kedua tangan dan kakinya karena penyakit polio saat kecil sehingga menghabiskan waktu seharinya-harinya duduk di kursi roda.

Di balik keterbatasan yang dimiliki, Eka memiliki semangat tinggi untuk bisa menyalurkan bakatnya dalam hal desain gambar. Di depan komputer, bibir, lidah maupun hidung menjadi senjata baginya untuk melakukan tugasnya.

Kalau memindahkan laman atau mencari laman baru untuk gambar desainnya, Eka menggunakan pensil yang digigit dengan gigi.

"Foto yang tersimpan di komputer ini saat dipasang banyak yang pecah lho, Kak. Mungkin megapixel-nya kurang besar sehingga saat dicetak kualitasnya kurang bagus," ujarnya ringan.

Gambar yang dia desain ada yang hasil download dari internet atau kiriman foto dari kawannya maupun gurunya. Hasil karya yang telah dia buat adalah kalender untuk 2020 yang berisi gambar foto guru bersama seluruh murid SLB dengan berbagai pose.

"Gambar atau foto yang masuk mesti diedit dulu Kak, biar terlihat cantik," katanya.

Baginya, keterbatasan yang disandang tidak menyurutkan langkah untuk terus berkarya menggapai cita-cita yang sederhana dan jangan pernah ada kalimat bagi mereka "mengapa mereka berbeda". Serta untuk stigma naif masyarakat yang memandang kaum disabilitas  adalah mereka yang cacat, tidak mampu, dan patut dikasihani, mesti dihapus. Sebab, kaum disabilitas mampu berkarya serta mandiri.

Untuk itu, dibutuhkan dukungan semua pihak agar mimpi-mimpi mereka tidak pudar karena keegoisan.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar