#feature#rappidtestmassal

Ketegangan Tatkala Menjalani Rapid Test Massal 

( kata)
<i>Ketegangan Tatkala Menjalani Rapid Test Massal</i> 
Rapid test massal di GSG Bethik hati Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Lampost.co/Perdhana Wibysono

Kalianda (Lampost.co) -- Pagi itu, Senin, 7 September 2020, suasana di Gedung Serba Guna (GSG) Bethik Hati di Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, berbeda dari hari biasanya. Sejak pagi hari, satu per satu petugas mengendarai mobil ambulans mulai mendatangi dan mengelurkan sejumlah barang yang langsung dibawa masuk ke gedung yang bersebelahan dengan kantor Kecamatan Sidomulyo. 

Sementara itu, beberapa warga mulai berdatangan satu per satu. Saat hendak masuk, langkah mereka dihentikan petugas berbaju loreng dan cokelat anggota Koramil 421-07 Sidomulyo dan Polsek Sidomulyo.  

Sesuai dengan protokol kesehatan, warga yang datang harus menggunakan masker dan diwajibkan mencuci tangan di tempat yang disediakan. Sedangkan beberapa petugas dari Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo dan Dinas Kesehatan Lampung Selatan, sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan menempatkan diri di posisi masing-masing. 

Warga yang datang akan menjalani rapid test, setelah sebelumnya sempat memiliki kontak langsung dengan calon wakil bupati Antoni Imam yang sudah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes polymerase chain reaction (PCR) di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung pada 3 September 2020 lalu. Antoni Imam yang merupakan warga Desa Sidorejo yang menjadi calon wakil bupati berpasangan dengan Toni Eka Chandra tentunya banyak berinteraksi dengan masyarakat sekitar. 

Setelah menyerahkan identitas diri berupa KTP, warga langsung menuju kursi antrean, selanjutnya ke meja petugas yang akan melakukan rapid test. Raut wajah warga yang tertutup masker terlihat tegang, sedangkan beberapa orang lainnya masih terlihat santai. Ketegangan mereka disebabkan belum pernah jalani rapid test dan khawatir hasilnya reaktif. 

"Tadinya saya pikir rapid test diambil darah yang banyak, ternyata hanya sedikit pakai jarum untuk sampel," kata Slamet (48), warga sekitar. 

Berita terkait: Besok, Satu Warga Sidomulyo yang Reaktif akan Diambil Swab

Usai menjalani rapid test, sudah tidak tampak ketegangan dari warga yang mengikuti, mereka langsung menuju pintu keluar yang terletak di samping GSG tersebut. "Saya ikut agar masyarakat tidak takut menjalani rapid test," kata Kepala Desa Seloretno Achmad Subari. 

Tepat tengah hari, kegiatan rapid test massal selesai dilakukan, petugas kesehatan dari Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo dan Dinas Kesehatan Lampung Selatan bergegas membereskan perlengkapan. 

Warga Kecamatan Sidomulyo sempat heboh setelah Antoni Imam menyatakan positif terpapar Covid-19 melalui akun Facebook pribadinya, Sabtu, 4 September 2020, sekitar pukul 00.00.

Namun, keesokan harinya masyarakat sedikit merasa tenang, setelah istri Antoni Imam, Murniawati, mem-posting di akun Facebook pribadinya foto hasil rapid test dengan hasil nonreaktif. 

Masih dalam posting-an Facebook istrinya memberikan keterangan seluruh anggota keluarga yang menjalani rapid test hasilnya nonreaktif dan Antoni Imam masih menjalani isolasi mandiri di kediamannya dalam kondisi sehat. 

"Sebenarnya hasil tracing lebih banyak dari sekarang karena kontak dengan istri Pak Antoni, tapi istri Pak Antoni nonreaktif, maka tidak jadi di-rapid test," kata Kepala Desa Sidorejo, Tommy Yulianto. 

Kepala Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Rocky Sihombing menjelaskan 151 masyarakat menjalani rapid test berdasarkan hasil tracing. "Untuk hasilnya, jubir Satgas Penanganan Covid-19 Lamsel yang menyampaikan," kata dia. 

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar