#Peristiwa#Bencana#Kebakaran

Kemarau berlalu, Kebakaran di Lamsel Belum Usai

( kata)
<i>Kemarau berlalu, Kebakaran di Lamsel Belum Usai</i>
Salat satu contoh kebakaran tetap terjadi di musim hujan seperti kejadian satu rumah ludes terbakar di Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Kamis, 14 November 2019. (Foto: Armansyah/Lampost.co)

Kalianda (Lampost.co) -- Kemarau boleh berlalu, tapi bukan berarti peristiwa kebakaran tak akan terjadi. Musibah kebakaran amat mungkin di mana saja. Kapan saja.

Kepala Bidang Pemadam kebakaran Pemkab Lampung Selatan Rully Fikriansyah mengungkapkan hal itu. Ia pun mengimbau masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan untuk selalu waspada mengantisipasi datangnya bencana.

Ia menjelaskan seiring dengan datangnya musim hujan kemungkinan kebakaran lahan dan hutan memang sangat kecil. "Kalau musim hujan karhutla kemungkinan kecil akan terjadi," ujarnya, Kamis 14 November 2019.

Namun menurutnya kebakaran pemukiman masih tetap bisa terjadi meski sudah musim hujan. "Kalau kebakaran di pemukiman, perusahan, pertokoan, gudang dan lainnya masih mungkin terjadi meski musim hujan," katanya.

Salat satu contoh kebakaran tetap terjadi di musim hujan seperti kejadian satu rumah ludes terbakar di Desa Sukamulya, Kecamatan Palas. "Tadi siang rumah warga di Palas ludes terbakar," kata dia.

Rumah tempat pembuatan tahu milik Fitriyanto (25) warga setempat itu terbakar akibat tetasan hujan dari genting yang bocor. Hal itu mengakibatkan minyak penggorengan muncrat ke dinding terbuat dari papan.

"Masyarakat setempat sempat berupaya memandamkan. Namun api dengan cepat membakar dinding papan lalu meludeskan seluruh rumah dan isinya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ujarnya.

Sepanjang tahun ini, 64 kali kebakaran hutan dan lahan terjadi di Lampung Selatan. Umumnya kebakaran lahan terjadi kurun waktu tiga bulan terakhir. "Tiga bulan terakhir kejadian kebakaran lahan meningkat," katanya.

Kebakaran lahan terakhir terjadi di tepi jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Kalianda, tepatnya di areal lahan kosong depan masjid Agung Kalianda, Selasa 12 November 2019 kemarin, sekitar pukul 21.00.

"Terjadi terakhir Selasa malam kemarin, lahan seluas setengah hektare terbakar," ujarnya.

Abdul Gafur

Berita Terkait

Komentar