petanilamselfeature

Kecemasan Petani Kala Banjir Musim Rendeng

( kata)
<i>Kecemasan Petani Kala Banjir Musim Rendeng</i>
Pintu air di Desa Pulautengah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, alami kerusakan yang akan berdampak terjadinya banjir pada musim rendeng mendatang, Jum'at (6/12/2019). Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- Pria setengah paruh baya itu baru saja pulang dari lahan sawah miliknya di Desa Pulautengah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Jumat 6 Desember 2019. Pria yang masih dipenuhi lumpur dan membercak di pakaiannya itu berhenti tepat di pintu air.

Sesekali pria itu melihat kondisi pintu air yang kini mengalami kerusakan pada bagian tiang penyangga. Bahkan, ia berusaha memainkan jari jemarinya untuk membuka dan menutup pintu air itu. Namun, usahanya pun nihil karena alami kerusakan. 

Pria yang kesehariannya bertani itu adalah Simin. Ia merupakan salah satu petani setempat yang cemas terhadap ancaman banjir pada musim rendeng mendatang. Kecemasan itu lantaran pintu air tidak jauh dari jembatan penyeberangan SPP Desa Pulautengah itu rusak hingga tak berfungsi. 

Pria yang miliki usia berkisar 48 tahun itu mengaku pintu pembuangan air itu mengalami kerusakan sejak lima tahun terakhir. Hingga kini, pintu air itu belum mendapat perhatian dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS). 

"Sudah lama pintu air yang rusak ini belum diperbaiki hingga sekarang. Padahal, pintu air itu kerap memicu banjir. Ada dua pintu, satu pintu karena patah tiang penyangga dan satunya rusak pada bagian rel," ujarnya. 

Menurutnya, kerusakan pintu air itu bukan hanya menyebabkan areal persawahan kebanjiran saja, melainkan sekitar 20 rumah yang bermukim disekitaran jaringan irigasi itu terancam kebanjiran juga. "Yang ditakutkan warga, akibat pintu air yang rusak pada saat musim hujan air dari Saluran SPP kerap limpas dari tanggul dan membanjiri rumah warga sekitarnya," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pulautengah, Sarno Utomo juga membenarkan bahwa pintu pembuangan air itu alami rusak. Bahkan, hal itu kerap menjadi pemicu banjir lahan persawahan dan sekitar 20 rumah warga menjadi ancaman banjir pada saat musim penghujan.

"Harapan kami, terutama masyarakat pintu air itu segera diperbaiki. Apalagi Dusun II rumah warga yang berada di sekitar saluran irigasi itu selalu menjadi ancaman banjir karena pintu air yang rusak itu rusak," katanya.

 

Winarko



Berita Terkait



Komentar