#JalanRusak#JalanBerlumpur

Jalan Menuju Stasiun Rejosari bak Kubangan Kerbau

( kata)
<i>Jalan Menuju Stasiun Rejosari bak Kubangan Kerbau</i>
Jalan menuju Stasiun Kereta Api Rejosari, Kecamatan Natar, rusak parah. (Foto: Febi Herumanika/Lampost.co)


Kalianda (Lampost.co) -- Jalan menuju Stasiun Kereta Api Rejosari, Kecamatan Natar, rusak parah. Hampir semua aspal hancur. Kala hujan mengguyur jalan ini kerap tergenang. Saat kemarau debu pun berhamburan.

Jalan milik pemerintah Kabupaten Lampung Selatan itu sudah puluhan tahun rusak. Sampai kini belum pernah tersentuh perbaikan sejengkal pun. Padahal jalan ini menuju stasiun terbesar di Kecamatan Natar.

Selain stasiun kereta api, jalan ini merupakan jalan penghubung sentra kerajinan gerabah terbesar di Provinsi Lampung. Warga setempat acapkali mengeluhkan jalan ini segera diperbaiki namun tak juga didengar.

Aditia (25), warga setempat mengatakan jalan menuju Stasiun Kereta Api Rejosari merupakan jalan utama menuju berapa dusun dan desa yang berada di pedalaman, seperti Desa Rejosari.

"Sejak dari awal gang sampai pedalaman sana, Desa Rejosari, rusaknya parah hampir aspal pun tidak ada lagi," katanya.

Ia memohon pemerintah terkait melakukan perbaikan jalan tersebut. Terlebih fasilitas vital itu tiap harinya dilintasi masyarakat yang hendak ke stasiun kereta api.

"Terus terang jalan ini akses utama menuju stasiun kereta api tolonglah diperbaiki. Kasihan masyarakat setiap hari lewat sini," katanya.

Heru (32), warga lainnya mengatakan pemerintah semestinya memprioritaskan jalan yang dilalui oleh masyarakat luas. Terlebih jalan ini menuju fasilitas umum stasiun kereta api.

"Malu kalau dilihat masyarakat luar jalan ke luar stasiun seperti kubangan kerbau saat hujan. Kalau kemarau debunya penuh di sepanjang jalan."

Menurutnya kondisi jalan demikian rupa merupakan tamparan telak pemda dan DPRD setempat. Jalan berada di pinggir jalan besar tapi kondisinya rusak parah.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar