#perampokan#lampungtimur

Isak Tangis Selimuti Kediaman Mahasiswi Korban Perampokan Agen BRI Link Waybungur Lamtim

( kata)
<i>Isak Tangis Selimuti Kediaman Mahasiswi Korban Perampokan Agen BRI Link Waybungur Lamtim</i>
Para pelayat mendatangi kediaman keluarga mahasiswi korban perampokan agen BRI Link Waybungur di Dusun I, Desa Totoprojo, Kecamatan Waybungur, Lampung Timur, Sabtu, 22 Januari 2022. (Foto: Lampost.co/Chairuddin)


Sukadana(Lampost.co) -- Isak tangis pelayat menyelimuti rumah sederhana Dusun I, Desa Totoprojo, Kecamatan Waybungur Lampung Timur  Sabtu, 22 Januari 2022. Pada salah satu sudut ruangan, terbujur kaku jasad Leli Agustin (20), pekerja salah satu gerai BRI-Link yang jadi korban perampokan bersenjata api.

Mahasiswi semester empat jurusan statistika sebuah universitas daerah itu meregang nyawa akibat luka tembak bagian kepala dari peluru yang dimuntahkan perampok sadis yang membawa kabur uang tunai Rp50 juta dari gerai tempat korban bekerja.

Isak tangis pelayat terus membuncah khususnya saat jasad sulung dari tiga saudara itu diangkat untuk dimandikan. Tak ayal, Sumiati, ibu korban, jatuh pingsan karena tak kuasa melihat puteri kesayangannya akan dimandikan. 

Air matapun membanjiri wajah Mursidi, ayah korban,  yang seakan tak percaya jika puteri sulungnya itu pergi untuk selamanya. Usai dimandikan, jasad mahasiswi yang dikenal supel dan ramah itu, perlahan dikafani. 

Keluarga dan pelayat almarhumah pun tak kuasa menahan tangis saat petugas jenazah akan menutup seluruh anggota badan Leli Agustin. Ibu korban pun tak henti jatuh pingsan. Usai dikafani, dengan pilu mendalam, anggota keluarga dan ratusan pelayat mengantar jenazah almarhumah menuju tempat  peristirahatan terakhir di pemakaman umum desa setempat.

Sutrisno, paman korban, seakan tak percaya jika keponakannya harus menemui ajal di tangan perampok.  Ia minta kepada aparat kepolisian dapat mengungkap kasus perampokan yang merenggut nyawa keponakannya itu.

“Atas nama keluarga, saya berharap pihak kepolisian dapat mengungkap kasus ini. Dan, memberi ganjaran setimpal atau ditembak mati,”ujar Sutrisno dengan wajah duka mendalam.

Baca juga: Bupati Lamtim Minta Polisi Segera Ungkap Kasus Perampokan Agen BRILink

Dia mengatakan, keponakannya itu belum sebulan bekerja di salah satu gerai BRI-Link milik salah seorang desa tetangga. Leli Agustin mencoba mengadu nasib di lembaga keuangan itu dengan tujuan meringankan beban orang tua untuk biaya kuliah. 
Namun, takdir berkehendak lain. Korban harus rela mengorbankan nyawanya demi mempertahankan uang yang dibawa kabur pelaku.

“Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kesalahan keponakan saya yang telah rela mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan uang yang bukan miliknya,”ujar Sutrisno.

Leli Agustin jadi korban perampokan bersenjata api Jumat, 21 Januari 2022 sekitar pukul 17.15 WIB. Saat itu datang seorang pria mengendarai sepeda motor bermaksud menarik uang tunai sebesar Rp100 juta. Karena jumlah sangat besar, korban lalu melapor ke pemilik BRI-Link. Saat pemilik sedang menghitung uang dan memasukkan ke dalam tas, pelaku lalu mengeluarkan senjata api dan merampas uang dari tangan pemilik. Melihat moncong pistol, pemilik lalu bersembunyi di bawah meja. 

Sementara itu, Leli Agustin yang sejak tadi berdiri di samping pemilik bermaksud merebut uang dari tangan pelaku yang telah berada di atas motor. Tak ayal, senjata pelaku menyalak dan melukai kepala dan tembus bagian belakang korban. Warga yang mengetahui hal itu berusaha mengejar. Pelaku pun beberapa kali melepaskan tembakan ke arah warga. Kini, kasus tersebut sedang ditangani aparat kepolisian setempat.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar