ibukotabarunasional

Groundbreaking Ibu Kota Baru Akhir 2020

( kata)
<i>Groundbreaking</i> Ibu Kota Baru Akhir 2020
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa.Antara/Puspa Perwitasari

Jakarta (Lampost.co) --Pemerintah berjanji tepat waktu memindahkan ibu kota. Peletakan batu pertama (groundbreaking) pemindahan ibu kota dimulai pada akhir 2020.

"Groundbreaking mungkin 2020 akhir atau 2021, 2023 sudah dikunci semua," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 18 November 2019.

Menurut Suharso, pembangunan ibu kota baru di kawasan Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara itu akan dimulai dengan kawasan inti seluas 40 ribu hektare. Di kawasan inti akan dibangun area pemerintahan seluas 6.000 hektare.

Istana Kepresidenan di ibu kota baru juga tak bakal mengikuti model bangunan kolonial. Suharso menegaskan Presiden Joko Widodo ingin Istana Kepresidenan yang memiliki ciri khas Indonesia.

"Kalau ini kan peninggalan kolonial, barok, dan rokoko (pembabakan seni Eropa) ada di sini. Mungkin khas Indonesia akan berbeda," ujarnya.

Pemerintah juga akan mengubah wajah Teluk Balikpapan yang berada di dekat Kabupaten Penajam Paser Utara. Pemerintah ingin menunjukkan identitas asli Indonesia sebagai negara maritim.

"Secara fisik memang kita akan mengeksploitasi teluk itu. Kan ada teluk tuh. Supaya ada keindahan. Jadi, untuk menunjukkan kita ini negara maritim kan, negara kepulauan," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar