#CPNS2019#PeristiwaUnik

Detik Detik Peserta Seleksi CPNS di Lampung Melahirkan Saat Tes

( kata)
<i>Detik Detik Peserta Seleksi CPNS di Lampung Melahirkan Saat Tes</I>
Putri Okta Puspa Sari bersama buah hatinya yang diberi nama Vania Shafira Putri Fredy. (Asrul Septian Malik/Lampost.co)

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Siang itu, 14 Februari 2020. Suasana klinik Pratama dan Bersalin Wede Arrachman, Jalan Saburai, No.9 Gunung Sulah, Way Halim, tidak terlalu ramai.

Setiba di klink tersebut, Lamost.co segera memasuki gedung. Di sebelah kiri, di kamar No.2, seorang wanita berkemeja putih dan kain sarung duduk di kursi. Di tangannya masih melekat selang infus.

Ia duduk di kursi sambil memandangi bayi yang berada di ranjang berbalut sprai becorak ungu. Beberapa kerabat wanitanya juga ada di ruangan dengan luas 3x5 meter itu.

Meski wajah wanita bernama Putri Okta Puspa Sari terlihat lelah namun senyumnya terus mengembang. Ia menatap lekat lekat paras imut buah hatinya yang tengah tertidur lelap.

Bayi perempuan yang lahir tepat di hari kasih sayang tersebut bernama Vania  Shafira Putri Fredy. Ia merupakan buah cinta dari pasangan Putri Okta Puspa Sari dengan Fredy Dwi Putra.

Bayi tersebut tertidur dalam berbalut kain merah jambru. Ada cerita unik dibalik kelahirannya. Sang ibunda sempat mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebelum persalinan.

Awalnya Okta tengah mengikut tes CPNS Pemprov Lampung di gedung kuliah umum Institute Teknologi Sumatera (Itera), Jalan Terusan Ryacudu, Way Huwi, Lampung Selatan, pada Jumat, 14 Februari 2020.

Ia mengambil Formasi D3 Keperawatan dengan nomor peserta 19590012200000575. Okta pun tiba di tempat tes sekitar pukul 07.00 pagi, dan mulai masuk ruangan untuk melaksanakan tes sekitar pukul 08.00.

Tak ada firasat kalau dia akan melahirkan di sela-selat tes CPNS. Berdasarkan informasi dari dokter kandungannya, rencananya wanita lulusan Akper Panca Bakti tersebut akan melahirkan sekitar 20 Februari ini.

"Saya enggak ada firasat sih," ujarnya di ruang klinik," usai melahirkan.

Okta menuturkan sempat terjadi kontraksi awalnya, sekitar pukul 08.00. Namun, ia memaklumi kondisi tersebut karena sudah wajar ketika wanita hami tengah memasuki bulan ke-9.

"Saya sempet elus-elus perut. Jangan dulu keluar ya de, hehe," katanya sambil tertawa menceritakan kejadian tersebut.

Namun, ketika setiap melewati verifikasi pendaftaran kontraksi perutnya makin menjadi. Hingga dia masuk ke ruang tes, dan sempat melaksankan tes tersebut.

"Makin lama makin jadi. Saat mengerjakan soal sudah tidak fokus lagi. Perut sudah mules. Nah, di soal ke-30 saya udah tidak kuat lagi, lalu saya dibawa ke sini," katanhya.

Ia pun tiba di klinik sekitar pukul 09.00 WIB dan dalam kondisi bukaan ke-10. Okta pun akhirnya melahirkan sang buat hati pada pukul 09.25 WIB.

"Alhamdulillah, lancar, berat dedeknya 4,2 kg, dan panjangnya 49 cm," kata wanita tersebut.

Perasaan kecewa sempat keluar ketika ia gagal menyelesaikan tes tersebut. Namun, persaaan itu seketika hilang kala Tuhan memberikan buah hati yang kedua sebagai obat penawar dikala tesnya gagal.

"Iya masih bisa tes tahun depan, yang paling bahagia, buah hati saya bisa lahir," katanya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar