pemkotbandarlampung

Derita Keluarga Miskin di Tanjungsenang Luput dari Perhatian Pemerintah

( kata)
<i>Derita Keluarga Miskin di Tanjungsenang Luput dari Perhatian Pemerintah</i>
Udin menjaga istrinya yang sedang sakit. Lampost.co/Atika Oktaria

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Siang ini, Udin tampak sibuk merapihkan perlengkapan sang istri yang sedang sakit dan harus dirawat inap. Kondisi pria paruh baya itu juga tampak lelah, tapi ia harus menemani sang istri yang mengidap komplikasi penyakit. 

Pria yang tinggal di Jalan Perjuangan, RT 09, Labuhandalam, Tanjung Senang ini juga sangat sedih, lantaran tidak pernah mendapatkan bantuan pemerintah dalam bentuk apapun. 

"Saya sudah tinggal di Labuhandalam dalam sejak 2010, tapi satu bantuan pemerintah pun belum saya nikmati, baik itu PKH, BLT, BPNT hingga Kartu Indonesia Sehat (KIS)," kata Udin kepada Lampost.co, Minggu, 13 September 2020.

Pilu hati semakin ia rasakan ketika  tetangga menerima bantuan tersebut. Hanya harapan semu yang menyelimutinya. Ia sudah berjuang memperoleh bantuan tersebut. Tapi hanya janji yang terucap dari pihak RT dan pemerintah. 

"Sudah sering mengajukan, tapi belum ada tindakan cuma bilangnya nanti diproses tapi sampai sekarang saya belum menerima bantuan," katanya. 

Ia mengatakan, bahwa harapan terbesarnya untuk menerima bantuam, karena kondisi ekonominya yang sangat memprihatinkan, apalagi ditengah pandemi Covid-19. Pria yang berprofesi sebagai buruh ini sedang tidak bekerja sejak April karena pengurangan karyawan.

"Bingung mau kemana mbak, soalnya ke aparat juga bilangnya mau diurus. Saya kalau ditanya kondisi ekonomi benar-benar terpuruk, apalagi kondisi rumah saya juga yang cukup memprihatinkan," ujarnya. 

Sembari merawat istrinya yang sakit diabetes, kekurangan kalium, disentri bahkan mag kronis ini mengharapkan pemerintah mau memberikan bantuan bagi keluarganya. 

"Semoga saja pihak pemerintah mau bantu keluarga kami, karena memang kami sangat membutuhkan. Apalagi kondisi istri yang sakit ini, bayar biaya BPJS saja sudah tertekan keluarga kami," ungkapnya seraya menghapus air mata. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar