#lebah#madu#terapi

Bengkak Sengatan Lebah yang Menyehatkan

( kata)
<i>Bengkak Sengatan Lebah yang Menyehatkan</i>
Instruktur pusat Apriari Pramuka bidang perlebahan, Sudharto, mempraktekkan terapi sengatan lebah pada peserta saat pelatihan budi daya lebah madu di aula balai Desa Sumberarum, Kotabumi, Sabtu, 21 Desember 2019. Lampost.co//Yudhi Hardiyanto

Kotabumi (Lampost.co) -- "Kok udah keringetan, Mas, kan belum disengat lo. Rilek aja ngak sakit kok, paling bengkak," ujar instruktur pusat Apriari Pramuka bidang perlebahan, Sudharto. Itu diucapkan sambil tersenyum saat praktek materi terapi pengobatan sengatan lebah pada pelatihan budi daya lebah madu di aula balai Desa Sumberarum, Kecamatan Kotabumi, Sabtu, 21 Desember 2019.

Bagi dia, sengatan lebah merupakan produk langsung yang dapat dirasakan manfaatnya masyarakat untuk pengobatan dari hasil budi daya lebah apis cerana selain hasil utama, madu.

"Terapi sengatan lebah untuk pengobatan telah masuk daftar  pengobatan tradisional yang direkomendasikan World Health Organization (WHO)," ujarnya.

Untuk pengobatan, peserta yang mau menekuni terapi sengat lebah ini mesti belajar tentang titik-titik saraf pada tubuh manusia. Sebab, titik-titik saraf itu nantinya akan menjadi titik terapi dengan sengatan lebah, bergantung keluhan pasien.

Metode tersebut memanfaatkan kandungan racun serangga lebah yang memiliki efek antiperadangan. Senyawa-senyawa tersebut diduga mampu mengurangi rasa nyeri dan mempercepat penyembuhan penyakit tertentu dengan cara mengurangi peradangan.

"Dipercaya ada sekitar 81 jenis penyakit yang dapat disembuhkan melalui terapi sengatan lebah. Tapi yang pernah saya praktekkan untuk pengobatan melalui sengatan ini adalah sakit pinggang, kepala, stroke ringan, rematik, sakit gigi serta diabetes," katanya.

Hanya saja tidak semua manusia sanggup berani mencoba terapi sengatan lebah. Padahal, dalam racun sengatan bermanfaat untuk kesehatan.

Meskipun bagi sebagian orang, sengat lebah bisa menimbulkan reaksi alergi, seperti rasa sakit, nyeri, pusing, hingga palpitasi jantung. Karena itu, sebelum mencoba terapi ini, pasien mesti konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

"Untuk pemula terapi sengatan lebah, maksimal hanya tiga titik saraf karena dimungkinkan ada reaksi di tubuh. Tapi, bagi yang kebal seperti saya, delapan sengatan masih kurang puas," kata dia sambil tertawa.

Dia berharap melalui budi daya lebah ini, selain madu, peternak dapat mengoptimalkan produk turunan yang dihasilkan lebah madu, seperti propolis, royal jelly, pollen (tepung sari), brush (anakan lebah), lilin, dan serum sengat untuk nilai tambah penghasilan keluarga. Selain itu, budi daya ini juga mendorong kelestarian  lingkungan dan konservasi alam.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar