pelabuhanpanjangtol

Hutama Karya Dukung Exit Tol di Pelabuhan Panjang

( kata)
Hutama Karya Dukung Exit Tol di Pelabuhan Panjang
Pelabuhan Pelindo Internasional atau IPC Cabang Panjang. Dok

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- PT Hutama Karya (Persero) mendukung adanya inisiasi dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk membuka exit tol menuju ke Pelabuhan Pelindo Internasional atau IPC Cabang Panjang. Terobosan tersebut bertujuan untuk memacu peningkatan perekonomian Provinsi Lampung melalui peningkatan ekspor.

SEVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Muhammad Fauzan mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan mensuport adanya inisiasi Gubernur Lampung terkait exit tol menuju Pelabuhan Pelindo Internasional di Panjang. Ia juga mengatakan bahwa saat ini sedang membahas mengenai studi kelayakan feasibility studi yakni penelitian atau kajian terkait dapat tidaknya suatu proyek dilaksanakan dengan berhasil.

"Benar, memang terdapat inisiasi Pak Gubernur dan IPC Cabang Panjang terkait dengan pembukaan exit tol menuju Pelabuhan Internasional Panjang. Inisiasi tersebut pada prinsipnya sudah disetujui, dan saat ini kami sedang dalam tahap menindaklanjuti hal terkait dengan melakukan kajian feasibility study," kata Muhammad Fauzan kepada Lampung Post.

Sebelumnya Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan pertemuan dengan Dirut PT Pelindo II IPC Cabang Panjang Arif Suhartono dengan Gubernur Lampung, di Lapangan Golf Sukarame, Bandar Lampung, Jumat, 26 Juni 2020 membahas mengenai exit tol menuju ke Pelabuhan Pelindo Internasional atau IPC Cabang Panjang.

Arinal Djunaidi mengatakan, bahwa Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung sudah diresmikan, dengan adanya jalan tol ini akan membawa perubahan yang sangat mendasar terkait ekspor dan impor di Provinsi Lampung. Namun Jalan tol tersebut belum memiliki exit tol menuju ke pelabuhan Pelindo Internasional, sehingga ia meminta pelaksana jalan tol untuk membuat exit tol menuju pelabuhan IPC II Cabang Panjang dan permintaanya sudah disetujui

"Dengan adanya Exit Tol ini, maka akan berpengaruh terhadap peningkatan ekspor di Provinsi Lampung. Exit tol ini juga akan terhubung dengan rencana pembangunan jembatan panjang yang akan terhubung ke tempat-tempat wisata, seperti Kiluan dan Pahawang," kata Arinal.

Kemudian ia mengatakan, bahwa Provinsi Lampung memiliki banyak potensi sumber daya alam (SDA) yang bagus guna menunjang peningkatan ekspor. Arinal juga mengatakan Lampung merupakan penghasil komoditi pertanian tingkat nasional dan dunia, diantaranya penghasil singkong nomor 1 dunia, kopi nomor 1 Indonesia, coklat nomor 2 Indonesia, padi nomor 7 indonesia, dan jagung nomor 3 Indonesia

"Perlu adanya pelabuhan Pelindo di wilayah Pesisir Barat. Pasalnya, Pesisir Barat merupakan wilayah penghasil kopi, damar, dan memiliki potensi pertambangan. Oleh karena itu kita perlu pelabuhan agar ekspor komoditinya lancar," kata Gubernur.

 

Winarko



Berita Terkait



Komentar