#husnuzan#setitikair

Husnuzan

( kata)
Husnuzan
dok Google Images

SEBAGAI umat muslim, kita semua diwajibkan untuk selalu berpikir positif atau berprasangka yang baik-baik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, hidup yang kita dijalani akan terasa lebih nyaman, tenang, dan damai.

Dalam agama Islam, berprasangka baik disebut husnuzan. Kata itu berasal dari bahasa Arab yakni "husnu" yang berarti baik dan “az-zan” yang berarti prasangka.

Dari kedua kata ini, husnuzan dapat diartikan sebagai berbaik sangka atau berprasangka baik. Secara istilah, husnuzan memiliki maksud sikap mental dan cara pandang yang menyebabkan seseorang melihat sesuatu secara positif atau melihat dari sisi positif.

Sikap husnuzan memandang sesuatu dengan pandangan positif, ramah, tidak menghakimi, dan memberi sambutan hangat. Sikap ini merupakan sikap terpuji dalam ajaran Islam.

Setiap muslim dianjurkan untuk mengedepankan sikap husnuzan dalam menghadapi sesuatu. Dengan begitu, setiap muslim akan menampilkan wajah ramahnya terhadap sesuatu yang datang kepadanya.

Jusbuzan harus dibekali dengan hati yang bersih, pikiran yang selalu positif, dan tindakan yang lurus. Kita akan memandang diri kita penuh dengan rasa syukur. Sebab, diyakini Apa pun yang kita miliki dan terima, semua dikembalikan lagi kepada Allah.

Dalam Islam, sikap husnuzan terbagi menjadi tiga, yaitu husnuzan kepada Allah swt, husnuzan kepada diri sendiri, dan husnuzan kepada orang lain. Husnuzan pada ketiganya akan mengantarkan hidup kita menuju kehidupan yang indah, bermakna, dan bercahaya.

Perintah untuk berhusnuzan ini juga jelas dalam Al Quran pada Surah Al-Hujurat/49 Ayat 12. Ayat tersebut berbunyi, "Wahai, orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka. Sesungguhnya, sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada sebagian kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan, bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat Lagi Maha Penyayang."

Dari tulisan singkat yang dikutip dari berbagai sumber ini, sesungguhnya hanya ingin mengingatkan diri saya sendiri dan semua orang untuk selalu berprasangka baik, terutamanya kepada Allah swt, Sang Maharaja yang menciptakan langit, bumi, dan beserta isinya.

Bukan sebaliknya, justru suuzan yang berarti buruk sangka atau berprasangka buruk terhadap apapun yang menjadi kehendak-Nya. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat untuk kehidupan kita sehari-hari. Walahuala bissawab. Wassalam...

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar