#kriminalitas#polres

Hunting Reskrim Diperkuat Cegah Kriminalitas di Jalan Tol

( kata)
Hunting Reskrim Diperkuat Cegah Kriminalitas di Jalan Tol
Foto. Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co): Polda Lampung bersama dengan jajaran Polres di Lampung terus berupaya maksimal mencegah dan menindak adanya Pelaku Kriminal yang beraksi di jalan tol Trans Sumatera.


Setidaknya ada dua upaya Kriminalitas yang terjadi di JTTS, dan langsung diungkap oleh Polda Lampung. Pertama penangkapan dua Pelaku perampokan di di Jalan Tol Terbanggi Besar Km 143, dengan korban Warga Palembang yang melintas.

Kedua pelaku, Ardiansyah (25) dan Syahrul (18) warga Kampung Terbanggi, Lamteng, ini diamankan setelah melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas) atau perampokan, pada 18 Agustus 2019, usai merampas
 barang-barang bawaan korban berupa ponsel merek Xiaomi dua unit yakni Redmi 2 dan 4X, iPhone X satu unit, Oppo dua unit merk F7 dan F3, Evercroos satu unit, jam tangan merek G-Shock dan uang tunai Rp 750 ribu.

Teranyar, penangkapan tiga warga Sungai Sodong yang menarik pungli dengan korban supir truk, di JTTS wilayah Mesuji tepatnya di KM 252.

Tiga pelaku dibekuk pada 30 September 2019 sekitar pulul 11.00 WIB oleh Satreskrim Polres Mesuji yakni, Saktu Sapei (26), Ahmad (29), dan Tedin (37), ketiganya warga Sungai Sodong. Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa, uang Rp. 147 ribu, dua bolah senjata tajam.

"Dapat pengaduan dari masyarakat dan informasi viral, kalau ada pelaku pungli, Anggota sigap turun dan benar mereka hendak beraksi sama waktu di Lampung tengah, baru dua jam kejadian, Anggota turun dan langsung Ditangkap," ujar Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol M. Barly,  Selasa, 1 Oktober 2019.

Barly menambahkan sebenarnya upaya pencegahan telah dilakukan agar mencegah adanya Pelaku kejahatan yang beraksi, khususnya di jalur tol, terutama mencari faktor masalah, atau celah masuknya pelaku. Barly tak menampik jika jalur-jalur tikus, menjadi askes bagi para pelaku.

"Bisa jadi itu (jalur tikus)," katanya.


Upaya pencegahan yang telah dilakukan Petama yakni dengan melakukan hunting Reskrim, di sekitar jalur tol dengan cara menyisir dan memeriksa orang-orang yang mencurigakan, serta dibantu fungsi intelejen.

Kemudian melaksanakan Kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD), untuk menekan angka kejahatan, di masing-masing wilayah hukum Polres, khususnya yang dilewati tol.

"KKYD, dan hunting Reskrim jalan terus, jadi fungsi Reskrim itu menindak jika ada laporan, atau informasi, lalu fungsi pencegahannya juga jalan. Kemudian juga dibantu dengan satuan lain sesuai tupoksi, seperti satlantas yang patroli, atau Pamobvit untuk objek vital," kata alumnus Akabri 1993 itu.


Sebelumnya , Polda Lampung tentunya menjalankan fungsi Kamtibmas, guna mendukung keamanan, khususnya dalam proyek skala nasional termasuk JTTS.


Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, semua fungsi Satuan di Polda dan Polres bakal Bekerja. Secara umum JTTS diawasi oleh Direktorat Pengamanan Objek Vital.

Kemudian untuk arus lalulintas, dikawal oleh Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda dan Satlantas setiap wilayah hukum Polres, bersama pengelola tol dari Hutama Karya.


Kemudian, jika terjadi tindak pidana, maka Satreskrim setempat bersama dengan Ditreskrimum Polda Lampung bakal melakukan penindakan.


"Semua melakukan pengawasan, dan pengawalan," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad, Kamis, 29 September 2019.

Kemudian, Polda pun tentunya membantu pengawalan jika terjadi deadlock soal pembebasan tanah. Pihak Polres yang memiliki wilayah hukum akan diturunkan untuk menjaga Kamtibmas.


"Tentunya aparat kepolisian membantu Pengamanan, dan Mediasi jika terjadi maslaah soal pembebasan lahan," katanya. 

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar