#Bencana#KorbanTsunami

Huntap untuk Korban Tsunami Dibangun Bertahap

( kata)
Huntap untuk Korban Tsunami Dibangun Bertahap
Ilustrasi rumah subsidi. Foto: dok Kementerian PUPR.

Kalianda (Lampost.co) -- Hunian tetap (huntap) untuk korban tsunami akan dibangun bertahap. Huntap yang akan lebih dulu dibangun yakni di Desa Kunjir dan Kalianda.

"Untuk lahan yang sudah siap berada di Kalianda dan Desa Kunjir. Sementara lahan di Desa Way Muli baru sebagian siap. Kami harap pembanguan huntap bisa serentak," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel M Darmawan, Kamis, 27 Februari 2020.

Menurut dia jumlah huntap yang akan dibangun di Kalianda sebanyak 40 unit dan di Kunjir berkisar 100-an unit. Sementara untuk jumlah keseluruhan huntap mencapai 524 unit.

Sementara itu, masyarakat yang menempati hunian sementara (huntara) di Desa Waimuli Timur, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, menyambut gembira kabar pembangunan huntap pada April 2020 ini.

Berdasarkan informasi dihimpun Lampost.co, masyarakat korban tsunami Selat Sunda yang menempati huntara mulai merasakan jenuh dangan janji pemerintah. Pemerintah mejanjikan segera membangun huntara tetapi seakan hilang tanpa kabar.

Ruddy (32), salah satu penghuni huntara di Desa Waimuli Timur mengatakan dirinya dalam tiga bulan terakhir tidak menempati huntara karena kondisi yang belum bisa dibilang layak huni. Ia pun terpaksa tinggal di rumah famili di desa setempat.

"Saya sekarang tinggal di rumah saudara hanya sesekali saja menyambangin huntara. Karena huntara fasilitas kurang layak mas. Salah satunya kamar umum dan halaman huntara tidak memiliki talut. Sehingga, saat hujan air masuk ke dalam," katanya, Rabu, 26 Februari 2020.

Hal senada dikatakan Agus Abidin (38), warga lainnya. Menurutnya saat hujan deras disertai angin kencang penghuni huntara masih merasakan ketakutan. Namun, setelah mendengar kabar huntap akan di bangun pada April 2020 warga merasa senang kembali.

"Tentu kami merasa senang mendengar kabar itu. Karena selama ini kami juga masih merasakan khawatiran dengan kondisi huntara. Sebab, saat angin kencang di sertai hujan deras atap huntara seakan mau terbawa angin," katanya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar