#Pelatihan#Kehumasan#LPEC

Humas Harus Kreatif dan Terbuka di Era Digital

( kata)
Humas Harus Kreatif dan Terbuka di Era Digital
Kelas Pelatihan Kehumasan Jurnalistik Lampung Post, Sabtu, 29 Februari 2020. (Wiji Sukamto/Lampost.co)

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kemajuan teknologi digital dalam revolusi industri 4.0 menjadi tantangan terbesar praktisi humas korporasi di Indonesia. Praktisi humas dituntut lebih kreatif menjadikan teknologi informasi, digitalisasi, dan media sosial sebagai instrumen kekuatan public relations (PR).

Hal itu diungkapkan Yayan Sopian dalam kelas Pelatihan Kehumasan Jurnalistik Lampung Post, Sabtu, 29 Februari 2020.

CA Regional Manager West Indonesia Coca-Cola Amatil Indonesia itu mengatakan praktisi humas harus secara terbuka menyambut perubahan di era digital.

"Perkembangan teknologi telah mengubah cara kerja humas masa kini. Perspektif maupun tools yang digunakan humas dalam menunjang pekerjaannya sudah sangat berkembang," kata Yayan di Gedung Lampung Post.

Menurut dia, peran humas sangat penting dalam sebuah korporasi karena membangun kepercayaan (trust) dan reputasi melalui branding.

"Ini (membangun reputasi) butuh agenda setting dan peran strategis humas di era digital seperti sekarang," ujarnya.

Ia mengharapkan praktisi humas lebih kreatif dan menguasai banyak hal. Selain itu, humas tidak perlu takut ketika menghadapi media.

"Kita sebagai humas dituntut lebih banyak membaca, belajar, dan memperluas jaringan dengan pemerintah, industri, dan tentu media," kata Yayan kepada peserta pelatihan.

Lampung Post kembali menggelar Pelatihan Kehumasan Jurnalistik untuk memperdalam kemampuan humas terkait hubungan PR terhadap media, menyusun rilis berita, dan fotografi jurnalistik. Narasumber yang dihadirkan yakni CA Regional Manager West Indonesia CCAI Yayan Sopian, Askadiv Digital Lampung Post Abdul Gafur, dan Redaktur Foto Lampung Post Hendrivan.

Kelas pelatihan diikuti peserta dari berbagai instansi atau korporasi, yakni BPS Lampung, PT GGP, FKIP Unila, IAIN Metro, STAI Darussalam Lampung, FH Universitas Bandar Lampung, UT Bandar Lampung, dan SMAN 1 Sekampung Udik Lamtim.

Nabila, salah satu peserta pelatihan, mengatakan keinginannya mengikuti pelatihan agar bisa menyusun berita kegiatan korporasi sebagai bahan publikasi di media.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar