#nuansa#LampungPost#Hujan

Hujan

( kata)
Hujan
Ricky P Marly, wartawan Lampung Post. Dok. Lampost.co

DATANGNYA hujan terkadang membawa berkah, tetapi juga sering membawa musibah, bergantung posisi kita sedang di mana. Kemarin itu posisi saya sedang berada di jalan sambil mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba langit gelap, tak lama kemudian datanglah hujan yang cukup lebat. Daripada kehujanan di tengah jalan, saya pun melipir alias meneduh di depan toko.
Saya menggerutu, “Sialan nih ujan, ganggu aktivitas saya aja!”. Selain menggerutu dalam hati, saya berpikiran meneduh karena hujan ini membuang-buang waktu. Saya berdiam diri di depan toko sambil berdiri dan sesekali berjongkok. Saya melihat hujan dan wara-wiri kendaraan yang nekat menerobos hujan.
Ya, memang membuang-buang waktu, mending kalau di saaat berteduh itu kita melakukan aktivitas yang bermanfaat. Makan, misalnya, kan enak karena kebetulan saya saat berteduh itu sedang lapar. Tapi, kan tidak bisa jalan, enggak bisa ke mana-mana. Jadi, ya berdiam diri.
Kondisi seperti itu sering saya alami, meneduh, berkali-kali meneduh, dan perlu waktu cukup lama, bahkan sampai satu jam. Kecuali kalau saya naik mobil, enggak mungkin saya berteduh karena hujan.
Itu sekelumit saya saat hujan ketika sedang di luar. Tapi, tidak begitu ketika saya di dalam ruangan atau di dalam rumah. Saya mengucap syukur alhamdulillah ketika hujan datang. Apalagi hujan datang setelah kemarau. Datangnya hujan menjadi berkah dan menyejukkan hati dengan aura dinginnya. Ketika suasana itu dibawa sembari bekerja di dalam ruangan akan terasa enak dan nyaman.
Tapi, akhirnya saya berpikir, tidak boleh menyalahi datangnya hujan sebagai anugerah Tuhan. Tidak boleh memarahi datangnya hujan yang membuat aktivitas kita terganggu. Tidak boleh! Di ajaran agama Islam, hujan itu adalah berkah dan rahmat, bukan musibah.
"Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam (dipanen)," (QS: Qaaf [50]: 9). Di Surat Qaaf Ayat 9 itulah yang menyatakan bahwa datangnya hujan itu membawa berkah dan manfaat.
"Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji." (QS Asy-Syuura [42]: 28). Jadi, Allah swt menurunkan hujan sebagai rahmat dan diperlukan oleh seluruh makhluk.
Dan, akhirnya saya tidak boleh lagi menggerutu dan memarahi datangnya hujan saat saya sedang di luar. Tidak boleh! Mungkin saya menggerutu di saat berteduh karena hujan bersamaan dengan saat sedang lapar. Jadi, marahnya kepada hujan, haduh.... n

Ricky P Marly, wartawan Lampung Post





Komentar