#banjir

Hujan Sejak Dini Hari, 6 Kecamatan di Pesawaran Terendam

( kata)
Hujan Sejak Dini Hari, 6 Kecamatan di Pesawaran Terendam
Banjir yang melanda Kecamatan Way Lima. Dok

Pesawaran (Lampost.co) -- Adanya pendangkalan aliran sungai yang ada di Pesawaran ditambah hujan yang mengguyur sejak dini hari hingga siang menimbulkan banjir di berbagai lokasi. Enam kecamatan di Pesawaran terendam banjir.

"Ada enam kecamatan mulai dari Punduhpidada, Padangcermin, Way Lima, Negerikaton, Gedongtataan, dan Tegineneng yang sudah mulai tergenang air," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesawaran Mustari, Kamis, 13 Februari 2020.

"Memang penyebabnya adalah adanya pendangkalan sungai akibat sedimen yang mengendap. Ini terjadi di beberapa aliran sungai yang ada di Pesawaran, makanya kami terus melakukan normalisasi sungai meskipun belum maksimal karena keterbatasan anggaran," katanya.

Dia menambahkan telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk mengantisipasi banjir. "Saya sudah mengimbau seluruh jajaran saya dan xamat untuk tetap waspada menghadapai musim hujan. Apalagi telah diinformasikan oleh BMKG hujan diperkirakan akan terus turun hingga Maret mendatang," ujarnya.

Sebelumnya lantaran meluapnya Sungai Way Padangratu yang melintasi Desa Baturaja, Kecamatan Way Lima, puluhan rumah yang berada di desa tersebut terendam banjir. "Air naik baru terjadi di Desa Baturaja, ketinggian air mencapai 50 sentimeter, akibatnya cukup menggangu aktivitas warga. Namun, kalau jalan masih bisa dilalui kendaraan meskipun harus berhati-hati," ujar Camat Way Lima Syukur Saliyak, Kamis, 13 Fabruari 2020.

Dia mengatakan banjir yang terjadi di Desa Baturaja menyusul hujan yang tak kunjung reda yang terjadi dari malam sampai siang. "Ya, baru saja mungkin sekitar 15 menit yang lalu air mulai naik ke rumah warga Desa Baturaja. Selain itu, air juga mulai menggenang jalan raya dari Gedongtataan menuju Kedondong," ujarnya.

Akibat kejadian ini, warga pun mulai resah dengan naik air. "Sekarang kami hanya bisa memantau dan mengevaluasi barang berharga dulu, takutnya air naik semakin tinggi. Warga juga sudah saya minta membuat tanggul berupa karung pasir untuk sekadar menghalangi masuknya air, apalagi memang hingga saat ini kondisi masih terus gerimis," katanya.

Disinggung berapa kerugian yang dialami, dia belum bisa memastikan karena sampai saat ini baru melakukan pemantauan. "Belum tau nih, kami juga masih terus memantau karena hujan masih terus mengguyur meskipun dengan intensitas rendah," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar