#cuaca#BMKG

Hujan Petir dan Angin Kencang Ancam Lampung Tiga Hari ke Depan

( kata)
Hujan Petir dan Angin Kencang Ancam Lampung Tiga Hari ke Depan
Kondisi Kota Bandar Lampung ketika dilanda mendung. Lampost/Zainudin


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca untuk tiga hari kedepan, 15-17 November 2021, di wilayah Lampung masih berpotensi hujan deras disertai petir. Warga diminta untuk waspada.

"Prospek cuaca secara umum di Lampung dalam tiga hari kedepan diperkirakan hujan ringan hingga lebat," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi BMKG Kelas I Raden Intan II Lampung, Rudi Haryanto, Senin, 15 November 2021.

Kemudian wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada 15 November 2021 yakni Way Kanan, Lampura, Mesuji, Lambar, Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, Pringsewu, Bandar Lampung, Lamsel, Lamtim, Metro, Lamteng, Tuba, Tulangbawang Barat pada siang, sore, dan malam hari.

Pada 16 November 2021 untuk wilayah Lambar, Lampura, Way Kanan, Tuba, Tulangbawang Barat, Mesuji, Lamteng, Pringsewu, Pesawaran, Lamtim, Metro, Bandar Lampung, Lamsel pada siang, sore dan malam hari. Lalu 17 November 2021 di Way Kanan, Tuba, Tubaba, Mesuji, Lamteng, Lambar, Pesisir Barat, Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran, Lamtim, Metro, Bandar Lampung, Lamsel pada siang, sore dan malam hari.

Sementara informasi dinamika atmosfer per 15 November 2021, terdapat sirkulasi tertutup (Siklonik) dan daerah Low pressure di Selat Hindia sebelah Barat dan Selatan Lampung, sehingga memicu adanya konvergensi yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan awan hujan di wilayah Lampung Bagian Barat, Selatan, dan Lampung Bagian Tengah.

Indeks Enso di Nino3.4 : -0.63 (normal ±0.5) memicu peningkatan hujan di wilayah Lampung bagian timur. Kemudian DMI : -0.13 (normal ±0.29), suplai uap air dari wilayah Selatan Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat tidak signifikan (aktivitas pembentukan awan di wilayah Lampung tidak signifikan).

Lalu MJO : Kuadran 5 (Maritime Continent) berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia (khususnya wilayah Lampung bagian Barat, Utara dan selatan). SST anomali : +1.0 s/d +3.0 °C  memicu potensi penguapan (penambahan massa uap air) di Selatan Hindia barat Sumatra, berkontribusi terhadap tingginya RH di wilayah Barat dan selatan Lampung.

Winarko







Berita Terkait



Komentar